Sirap vs Shingles: Mana Atap yang Tepat untuk Rumahmu?
Sirap vs Shingles: Mana Atap yang Tepat untuk Rumahmu?--Foto: Prabupos
BACA JUGA:Apple Siapkan C2 Modem dengan Dukungan NR-NTN untuk Internet Satelit
Bahan ini ringan sehingga tidak memerlukan rangka atap yang kompleks, serta dipasang dengan sistem tumpang tindih (overlapping) untuk memastikan perlindungan maksimal dari hujan dan angin.
Perbedaan Utama Atap Sirap dan Shingles
Bahan dan Komposisi
Sirap: Terbuat dari kayu keras berkualitas tinggi yang tahan cuaca dan hama, telah melalui proses pengeringan dan perlakuan khusus agar tidak melengkung atau lapuk.
Shingles: Kombinasi aspal, fiberglass, dan serat organik dengan lapisan mineral, tahan terhadap UV, hujan, dan angin, serta tersedia dalam berbagai warna dan tekstur.
Ketahanan dan Umur Pakai
Sirap: Daya tahan tergantung jenis kayu dan perawatan. Kayu cedar misalnya sangat tahan cuaca, tapi di daerah lembap lebih rentan jamur dan lumut.
BACA JUGA:Anti Lelah di Jalan! 8 Tips Berkendara Aman untuk Mudik Lebaran
BACA JUGA:6 Ide Sekat Ruang Keluarga Minimalis yang Bikin Rumah Terlihat Lebih Luas
Shingles: Umur pakai biasanya 20–30 tahun, dengan jenis seperti dimensional dan luxury shingles lebih tahan lama dibanding shingles standar.
Ketahanan terhadap Panas
Sirap: Sifat kayu yang alami membuat sirap mampu menahan panas, menjaga suhu di dalam rumah tetap sejuk, cocok untuk iklim tropis.
Shingles: Bisa menyerap panas, terutama warna gelap, meski beberapa jenis modern memiliki teknologi pantulan panas.
Bobot
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


