Atap Polycarbonate 2026: Tahan Cuaca Ekstrem, Tapi Bagaimana Soal Panas dan Suara?
Atap Polycarbonate 2026: Tahan Cuaca Ekstrem, Tapi Bagaimana Soal Panas dan Suara?--
Atap polycarbonate paling ideal digunakan dengan rangka baja ringan atau besi hollow karena sifatnya yang ringan.
Namun jarak antar rangka harus disesuaikan dengan ketebalan material agar tidak mudah melendut. Untuk area dengan risiko angin kencang, sistem penguncian dan overlap harus diperkuat guna mencegah kebocoran atau terangkat angin.
Ketahanan terhadap Cuaca Ekstrem
Secara umum, atap polycarbonate mampu bertahan dalam kondisi hujan deras, panas terik, serta perubahan suhu yang signifikan.
Namun daya tahannya sangat bergantung pada kualitas produk dan teknik pemasangan. Produk dengan lapisan UV berkualitas lebih tahan terhadap paparan matahari jangka panjang.
Efisiensi Peredaman Panas dan Suara
Dalam hal panas, tipe twinwall lebih baik dibandingkan tipe solid tipis karena memiliki rongga udara yang membantu menahan radiasi panas.
Meski demikian, atap ini tetap cenderung lebih panas dibanding genteng tanah liat atau beton jika digunakan sebagai atap utama rumah.
Untuk peredaman suara, material ini tergolong sedang. Penambahan lapisan insulasi atau plafon dapat membantu mengurangi kebisingan saat hujan.
BACA JUGA:Tren Pintu Pagar Dorong Lipat 2026: Praktis, Estetik, dan Hemat Ruang
BACA JUGA:Solusi Rumah Minimalis: Carport Multifungsi untuk Jemuran Praktis
Biaya Pemasangan dan Perawatan Jangka Panjang
Dari sisi pemasangan, biaya tenaga kerja relatif lebih efisien dibanding kaca karena materialnya ringan dan mudah dipotong.
Perawatan cukup sederhana, yakni membersihkan permukaan secara berkala menggunakan sabun ringan dan kain lembut. Hindari penggunaan sikat kasar agar tidak merusak permukaan.
Dengan perawatan baik, umur pakai atap polycarbonate berkisar antara 10 hingga 20 tahun, tergantung kualitas produk.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


