Disnaker Prabumulih Ingatkan Warga: Waspada Modus TPPO Berkedok Kerja ke Luar Negeri
Disnaker Prabumulih Ingatkan Warga: Waspada Modus TPPO Berkedok Kerja ke Luar Negeri--Foto: Prabupos
PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali menjadi perhatian di Kota Prabumulih.
Pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi dan fasilitas menarik, namun tidak memiliki kejelasan prosedur resmi.
Kepala Disnaker Prabumulih, H. Sanjay Yunus, SH, MM, menegaskan bahwa saat ini banyak modus penipuan rekrutmen pekerja migran yang menyasar masyarakat melalui berbagai platform digital.
Negara tujuan yang kerap digunakan dalam praktik ini antara lain Kamboja, Laos, Myanmar, hingga Thailand.
Menurutnya, para korban umumnya dijanjikan pekerjaan yang mudah dengan penghasilan besar. Namun kenyataannya, mereka justru berakhir dalam situasi kerja paksa, bahkan menjadi korban eksploitasi dan perdagangan manusia.
BACA JUGA:Kebijakan Baru 2027: PPPK Disebut Paling Rentan Jika Anggaran Pegawai Dipangkas
BACA JUGA:Sering Mabuk Perjalanan? Coba 3 Buah Ini untuk Redakan Mual Secara Alami
Ia menjelaskan bahwa pelaku biasanya memanfaatkan media sosial untuk menawarkan lowongan kerja yang terlihat resmi. Setelah korban tertarik, mereka kemudian diberangkatkan tanpa dokumen yang sah dan tidak melalui prosedur ketenagakerjaan yang benar.
“Banyak kasus menunjukkan korban justru mengalami tekanan, kekerasan, hingga dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak layak. Tidak sedikit pula yang kesulitan kembali ke Indonesia karena terjebak jaringan ilegal,” jelasnya.
Disnaker Prabumulih menekankan agar masyarakat tidak sembarangan menerima tawaran kerja ke luar negeri. Seluruh proses keberangkatan harus dilakukan melalui jalur resmi, termasuk melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan instansi ketenagakerjaan setempat.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi praktik TPPO di lingkungan sekitar. Peran keluarga dan masyarakat dinilai sangat penting dalam mencegah bertambahnya korban.
Sanjay menambahkan bahwa kesadaran bersama menjadi kunci utama dalam melindungi diri dari modus penipuan tersebut. Pemerintah juga membuka layanan konsultasi bagi warga yang ingin bekerja ke luar negeri agar dapat melalui prosedur yang aman dan legal.
Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat, diharapkan kasus TPPO di Prabumulih dapat diminimalisir, sehingga warga tidak mudah terjebak dalam janji pekerjaan yang menyesatkan dan berujung kerugian besar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
