Pemkot Prabumulih Salurkan Santunan Rp45 Juta kepada Keluarga Korban Kebakaran Payuputat
Pemkot Prabumulih Salurkan Santunan Rp45 Juta kepada Keluarga Korban Kebakaran Payuputat--Foto: Prabupos
PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih menyalurkan santunan kematian dari Kementerian Sosial Republik Indonesia kepada keluarga korban kebakaran yang terjadi di Kelurahan Payuputat, Kecamatan Prabumulih Barat, beberapa waktu lalu.
Penyerahan bantuan berlangsung pada Jumat (31/7/2026). Wali Kota Prabumulih H. Arlan diwakili oleh Ketua TP PKK Kota Prabumulih, Hj. Linda Apriana Arlan, yang secara simbolis menyerahkan santunan kepada ahli waris korban.
Bantuan tersebut diberikan kepada Anuar Saleh, suami almarhumah Sarita sekaligus ayah dari almarhumah Liztia Pesesha. Masing-masing korban memperoleh santunan sebesar Rp15 juta, sehingga total dana yang diterima keluarga mencapai Rp45 juta.
Dalam kesempatan itu, Hj. Linda Apriana Arlan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan, serta Dinas Sosial Kota Prabumulih atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada keluarga korban.
BACA JUGA:Satresnarkoba Polres Prabumulih Gagalkan Peredaran 1 Kg Ganja, Satu Pelaku Ditangkap
BACA JUGA:Resmi! MK Putuskan Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Biayai Program MBG, Berlaku Maksimal APBN 2028
Ia menegaskan bahwa santunan tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, sekaligus bentuk dukungan moral agar keluarga yang ditinggalkan tetap diberikan kekuatan.
"Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, membawa manfaat, menjadi berkah, dan sedikit meringankan beban keluarga yang sedang berduka," ujarnya.
Diketahui, kebakaran yang menjadi dasar pemberian santunan tersebut terjadi pada Kamis dini hari, 19 Maret 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Sebuah rumah panggung dua lantai di RW 08 RT 01, Kelurahan Payuputat, hangus terbakar saat seluruh penghuni sedang beristirahat.
Peristiwa nahas itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, yakni Nasiu (80), Sarita (44), dan Liztia Pesesha (15). Ketiganya diduga tidak sempat menyelamatkan diri karena terjebak di lantai dua ketika api dengan cepat membesar.
BACA JUGA:Resmi! MK Putuskan Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Biayai Program MBG, Berlaku Maksimal APBN 2028
BACA JUGA:Tim Tekab 11 Polres Prabumulih Ringkus Terduga Pelaku Penusukan di Jalan Arimbi
Sementara itu, dua penghuni lainnya berhasil menyelamatkan diri. Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, warga sekitar berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, karena sebagian besar bangunan berbahan kayu, kobaran api dengan cepat menghanguskan seluruh rumah.
Hasil penyelidikan sementara mengindikasikan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari lantai bawah bangunan. Percikan api kemudian menyambar material yang mudah terbakar hingga menyebabkan kebakaran meluas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
