Pemkot Prabumulih Genjot UMKM Lewat Inovasi Serat Daun Nanas, Siap Tembus Pasar Nasional

Pemkot Prabumulih Genjot UMKM Lewat Inovasi Serat Daun Nanas, Siap Tembus Pasar Nasional

Pemkot Prabumulih Genjot UMKM Lewat Inovasi Serat Daun Nanas, Siap Tembus Pasar Nasional--Foto: Prabupos

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO  – Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih terus mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis inovasi dengan mengoptimalkan limbah serat daun nanas sebagai bahan baku produk bernilai ekonomi.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung penerapan ekonomi sirkular yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Pemkot Prabumulih dalam Webinar Graduasi Pendampingan Pengembangan Model Bisnis UMKM Sirkuler Limbah Serat Daun Nanas yang digelar secara virtual oleh Center for Sustainability and Waste Management Universitas Indonesia (CSWM UI), Jumat (31/7/2026).

Kegiatan yang diikuti dari Ruang Video Conference Inspektorat Lantai 7 Pemerintah Kota Prabumulih itu merupakan rangkaian program pendampingan yang bertujuan memperkuat model bisnis UMKM berbasis ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

BACA JUGA:URC WESTER 838 Polsek Prabumulih Barat Berhasil Bekuk Pelaku Pencurian Uang Rp14 Juta

BACA JUGA:Resmi! MK Putuskan Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Biayai Program MBG, Berlaku Maksimal APBN 2028

Asisten III Pemerintah Kota Prabumulih, Drs. Amilton, mengatakan bahwa pemanfaatan serat daun nanas menjadi salah satu langkah strategis untuk mengolah limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, serat daun nanas memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk kreatif yang tidak hanya bernilai jual tinggi, tetapi juga mampu mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

"Melalui pemanfaatan limbah serat daun nanas, kami berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan pendapatan sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.

Selama webinar berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan model bisnis, inovasi produk, strategi pemasaran, hingga penerapan konsep ekonomi sirkular yang kini menjadi salah satu pendekatan penting dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

BACA JUGA:5 Wisata Alam Tersembunyi di Sumatera yang Wajib Masuk Bucket List Liburan Kemerdekaan

BACA JUGA:Gerindra Respons Survei SMRC, Dasco: Hasilnya Akan Jadi Bahan Evaluasi Pemerintah

Ekonomi sirkular mengedepankan pemanfaatan kembali material atau limbah agar dapat diolah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Serat daun nanas sendiri dikenal sebagai material alami yang kuat, ringan, serta ramah lingkungan. Dengan proses pengolahan yang tepat, bahan tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai produk, seperti kerajinan tangan, tas, aksesori fesyen, bahan tekstil ramah lingkungan, dekorasi, hingga suvenir kreatif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait