Modus Link Palsu Mengintai, Kapolres Prabumulih: Jangan Berikan Kode OTP
Modus Link Palsu Mengintai, Kapolres Prabumulih: Jangan Berikan Kode OTP--Foto: Prabupos
PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Pengguna WhatsApp dan berbagai platform media sosial di Kota PRABUMULIH diingatkan untuk tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengarahkan penerima membuka tautan tertentu.
Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto SIK MH MTr Mil meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap modus penipuan digital yang memanfaatkan link palsu. Modus ini kerap dibuat dengan tampilan menyerupai laman resmi sehingga korban tidak menyadari bahwa tautan tersebut berasal dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Menurut Gunarto, tindakan sederhana seperti mengeklik sebuah tautan dapat menjadi awal munculnya masalah keamanan apabila link tersebut ternyata berbahaya.
Ia mengimbau masyarakat tidak langsung membuka tautan yang diterima dari nomor maupun akun yang belum dikenal.
BACA JUGA:HUT ke-25 Prabumulih Makin Semarak, Race Offroad Hadirkan Ratusan Peserta
BACA JUGA:Pemkot Prabumulih Kejar Kelengkapan Data MCSP-RBS 2026, OPD Diminta Bergerak Cepat
“Jangan asal klik link yang dikirim melalui pesan ponsel, apalagi sampai mengirim kode OTP. Ingat kode OTP adalah rahasia,” ujar Gunarto.
Modus Penipuan Dibuat Semenarik Mungkin
Gunarto menjelaskan, pelaku biasanya menyiapkan berbagai jenis pesan sebagai umpan agar penerima merasa tertarik dan segera membuka tautan.
Pesan tersebut dapat dikemas dalam bentuk pemberitahuan mengenai hadiah atau undian, promo tertentu, informasi pengiriman paket, undangan digital hingga pemberitahuan yang mengatasnamakan bank, marketplace, perusahaan maupun lembaga resmi.
Setelah tautan dibuka, korban bisa diarahkan menuju sebuah halaman yang meminta pengguna mengisi sejumlah informasi. Data yang menjadi sasaran dapat mencakup nomor telepon, kata sandi, data pribadi hingga kode OTP atau One Time Password.
BACA JUGA:Cegah Karhutla Meluas, Polres Prabumulih Salurkan X FIRE SLOG ke 4 Polsek
BACA JUGA:Patroli Gabungan Polres Prabumulih Digencarkan, 3C hingga Balap Liar Diantisipasi
Karena itu, masyarakat tidak boleh menjadikan tampilan sebuah halaman sebagai satu-satunya patokan untuk menentukan keasliannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
