Puncak Kemarau September, Prabumulih Diminta Bersiap Hadapi Kekeringan

Puncak Kemarau September, Prabumulih Diminta Bersiap Hadapi Kekeringan

Puncak Kemarau September, Prabumulih Diminta Bersiap Hadapi Kekeringan--Foto: Prabupos

BACA JUGA:Oppo K14 Lite Andalkan Baterai 7.000 mAh dan Layar 120Hz, Cocok untuk Aktivitas Seharian

Dipengaruhi El Nino

Menurut Nandang, kondisi kering yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan turut dipengaruhi fenomena El Nino.

Fenomena iklim tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya kondisi kering dan kekurangan hujan di sejumlah daerah.

Kondisi atmosfer yang minim tutupan awan juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan peluang turunnya hujan semakin kecil.

“Tutupan awan minim dan potensi awan yang mengandung curah hujan sangat minim,” katanya.

BACA JUGA:Oppo K14 Lite Andalkan Baterai 7.000 mAh dan Layar 120Hz, Cocok untuk Aktivitas Seharian

BACA JUGA:Oppo K14 Lite Andalkan Baterai 7.000 mAh dan Layar 120Hz, Cocok untuk Aktivitas Seharian

Melihat kondisi tersebut, masyarakat Prabumulih diminta tidak menganggap remeh dampak musim kemarau.

Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah ketersediaan air bersih, terutama jika periode tanpa hujan berlangsung cukup lama.

Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga perlu diantisipasi. Masyarakat diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran sebaiknya segera dihentikan dan dilaporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin.

Hujan Diprakirakan Mulai November

BMKG memprakirakan periode musim hujan di Sumatera Selatan mulai memasuki sejumlah wilayah pada November 2026. Dengan demikian, masyarakat masih perlu menghadapi kondisi kering dalam beberapa pekan mendatang.

Penghematan air menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat selama musim kemarau. Penggunaan air sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan agar persediaan tetap terjaga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: