Kasat Reskrim : Tunggu Laporan PHRZ 4, Akan Kita Proses

Kasat Reskrim : Tunggu Laporan PHRZ 4, Akan Kita Proses

//Viral Kasus Empat Pekarya Jual Pipa Perusahaan

 

Prabumulihpos.co.id – Merespon adanya dugaan penjualan pipa perusahaan hingga dugaan berita hoax hal itu di lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan Zona (PHRZ) 4. Termasuk, juga indikasi pencemaran nama baik dan juga pemerasan.

 

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIk MH melalui Kasatreskrim, AKP Jailili SH MSi dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini belum ada laporan resmi terkait hal itu.

 

“Karena hal itu, delik aduan yah kita tengah menunggu laporan resmi dari pihak perusahaan dalam hal ini PHRZ 4,” ujar Jai, sapaan akrabnya, akhir pekan ini.

 

Akunya, Polres Prabumulih melalui Satreskrim siap melakukan penyelidikan terhadap hal itu. “Akan kita proses hukum sesuai aturan berlaku, kita terjunkan petugas membuktikannya apakah salah atau benar,” jelasnya.

 

Sebutnya, jika terbukti ada konsekuensi akan diterima para pelakunya khususnya pasal-pasal tindak pidana KUHP. “Pasal tidak pidana pencurian, bisa juga ITE karena hoax. Juga, pencemar nama baik dan pemerasan sekarang ini baru dugaan,” bebernya.

 

Tidak hanya dari perusahaan, kata dia, empat pekarya itu juga bisa melaporkan jika merasa dirugikan atas pemberitaan viral tetapi diduga hoax. “Perdamaian, tidak menghapus tindak pidana dilakukan,” tukasnya.

 

Sebelumnya, sempat viral di media sosial (Medsos), empat orang pekarya di PHRZ 4 menjual pipa ke gudang besi bekas di Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur.

 

Belakangan, diketahui kalau hal itu diduga hoax. Sengaja disebar foto di medsos, oknum tidak bertanggung jawab lantaran bermotif uang. Atau terindikasi, dugaan pemerasan.

 

Nara sumber awak media di lingkungan PHRZ 4 tidak mau disebutkan namanya, mengungkapkan kasus ini bermula mendapatkan informasi dari manajemen adanya foto dugaan penjualan pipa milik perusahaan dilakukan pekarya tersebut.

 

Tim Sekuriti langsung melakukan penyelidikan, melakukan komunikasi ke oknum pengirim foto tersebut. Nah, terjadilah pertemuan antara Tim Sekurit dan oknum tersebut.

 

Awalnya, Tim Sekuriti meminta bantuan agar nopol mobil digunakan keempat pekarya menjual pipa guna membantu penyelidikan.

 

“Ketika bertemu oknum, kita minta bantuan nopol mobilnya saja. Tetapi, tidak diberikan. Bahkan, sempat diminta memberikan sejumlah uang sebagai balas jasa informasi nopol. Alasan sedikit dan meminta jumlah lebih besar, oknum tersebut tidak mau menerima. Hingga akhirnya, petugas melakukan penyelidikan sendiri dan mengetahui para pekarya dan juga mobil digunakan serta lokasi gudang,” ujar nara sumber awak media, akhir pekan ini.

 

Tidak tercapai kesepakatan itulah, akhirnya foto mobil dan diduga pekarya penjual pipa perusahaan disebar melalui medsos.

 

“Pemilk gudang dipanggil guna diperiksa, lalu keempat pekerja tersebut diperiksa intensif. Baik pemilik gudang dan juga pekarya tersebut, membantah jual beli pipa perusahaan. Kedatangan, para pekarya ke sana tidak lain guna membeli ayam bangkok kebetulan pemilik gudang menjualnya. Hasil tracking kita, dan pengakuan para pekarya baru sekali ke lokasi itu guna membeli ayam bangkok. Karena, tidak deal tidak jadi membeli,” jelasnya

Sumber: