SPBU Patih Galung Hanya Sediakan 3 Jenis BBM

SPBU Patih Galung Hanya Sediakan 3 Jenis BBM

Suasana antrian terpantau normal dan lancar di SPBU 24.311.125 Kelurahan Patih Galung Kota Prabumulih. Foto: Eka/ PP--

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO.ID  Kenaikan semua jenis Bahan Bakar minyak (BBM), membuat pihak Satuan pengisian bahan bakar Umum (SPBU) di Kelurahan Patih Galung, hanya menyediakan tiga jenis BBM saja. Hal ini seperti disampaikan oleh Supervisor SPBU 24.311.125 Kelurahan Patih Galung, kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Jaylani, saat dikonfirmasi Koran ini, Kamis (15/9/2022).

“Kalau BBM jenis premium memang kita sudah ditak pesan lagi, mungkin sudah ada sekitar 1 tahun terakhir. Saat ini kita hanya menyediakan BBM jenis Pertamax dan pertalite dan Bio solar saja,” tuturnya.

Sejak dulu hingga saat ini, pria ini mengatakan dalam satu hari  menghabiskan 8KL atau 8 ribu liter semua jenis BBM. Jumlah tersebut bukan karena keinginan pihak SPBU, melainkan pembatasan dari pihak pemasaran.  Meskipun kapasitas daya tampung tangki di SPBU ini 30 KL setiap jenis BBM, namun permintaan hanya dipenuhi 8 KL.

“Untuk bbm bersubsidi , memang permintaan kita dibatasi kuotanya dari Pertamina. Jadi tidak bisa melebihi kuota yang diberikan,” bebernya.

Mengenai jam operasi di SPBU ini, masih 24 jam untuk jenis BBM Pertamx dan pertalite. Khusus BBM jenis solar, tidak memberikan pelayanan 24 jam. Karna kebutuhan tinggi, jadi untuk mengantisipasi antrian panjang, maka pelayanan penjualan solar hanya dilayani mulai pukul 07.00 hingga pukul 23.00 wib.

“Alhamdulillah permintaah kita lancer, tapi masalah pembongkarna itu jamnya tidak menentu, karna tergantung jumlah permintaan banyak atau tidak. SPBU yang dilintasi dari Pertamina ke SPBU kita juga cukup jauhm, dan kita tidak tau waktu pengantaran pesanan kita,” tutur pria asal Sekayu ini.

Sementara pantauan di lapangan, beberapa warung juga menyediakan BBM eceran dengan harga lebih tinggi sekitar dua ribuan dari harga di SPBU, tetap lancar melayani pembeli. Namun pria yang akrab di sapa Pak Jay ini tidak mengetahui sumber minyak yang dijual eceran. “ kita tidak mengetahui minyak yang mereka jual darimana, yang jelas mereka tidak terpantau jika mengantri di SPBU. Kalau memang ketauan pasti kita tegor,” tandasnya.(*)

Sumber: