Balai Bahasa Bakal Bakal Gelar Festival 6 Bahasa di Sumsel

Balai Bahasa Bakal Bakal Gelar Festival 6 Bahasa di Sumsel

Kepala Balai Bahasa saat menyampaikan sambutannya di SMPN 2. Foto: Eka/ PP--

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO.ID – Balai Bahasa Sumatera Selatan bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi,  terus melakukan upaya revitalisasi bahasa.

Karena Program revitalisasi bahasa daerah, merupakan salah satu upaya perlindungan bahasa dan sastra daerah di Indonesia. Upaya ini tentunya didasarkan pada amanat pasal 32 ayat 2 undang-undang 1945 yang menyatakan bahwa, negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.

“Selain itu upaya ini juga didasarkan pada undang-undang nomor 24 tahun pada pasal 41 serta peraturan Pemerintah nomor 57 Tahun 2014, revitalisasi bahasa daerah secara umum diartikan sebagai upaya melestarikan dan pengembangan bahasa daerah, melalui pewarisan bahasa daerah kepada generasi muda untuk mendorong penggunaannya dalam komunikasi yang beragam sehingga daya hidup bahasa daerah tersebut pada taraf aman dan ditransmisikan dengan baik,” kata Kepala Balai Bahasa Sumatera Selatan, Drs Umar Solekhan MHum, saat membuka pementasan sembah panjang di SMPN 2 Prabumulih, Kamis (15/9/2022)

Menurutnya, Revitalisasi bahasa daerah yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan riset dan teknologi merupakan salah satu dari program perlindungan bahasa daerah, yang bertujuan untuk menggelorakan kembali penggunaan bahasa daerah, dalam berbagai ranah kehidupan sehari-hari.

“Dan juga sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah penutur muda bahasa daerah, revitalisasi bahasa daerah dapat dilaksanakan dengan berbasis sekolah komunitas dan keluarga,” jelasnya.

Lebih jauh pria ini mengatakan, sebagai wujud komitmen keseriusan Kemendikbud Ristek, bahkan anggaran untuk pelaksanaan program festival tunas bahasa ibu, yang akan dilaksanakan dalam rangka revitalisasi bahasa daerah di tahun 2023 sudah ketok palu.

“Insyaallah mulai januari 2023, festival akan dilaksanakan khususnya untuk 6 bahasa daerah di sumsel, yaitu bahasa daerah Palembang, Ogan , Komering, Lematang, Kayuagung dan Basemah,” bebernya.

Kegiatan ini lanjutnya, dimulai dari pelatihan master , perwakilan setiap kabupaten kota sebagai guru master, lalu kemudian tugasnya akan mengimbaskan ke semua guru yang ada di sekolah.

Kemudian guru itulah nanti yang bertanggung jawab mengimbaskan para siswa dan melatih siswa. Bentuknya festival nanti tentang  beberapa jenis penggunaan bahasa daerah, menulis dan membaca aksara daerah hingga menulis cerita berbahasa daerah, harapannya kita semoga semuanya berjalan lancar.

“Karna nanti akan dilaksanakan kompetisi mulai ditingkatan Kota, dan hasil dari tingkat Kota akan ikut kompetisi ke tingkat Provinsi, kita berharap dukungan dari Kepala Dinas dan seluruh Kepala Sekolah  agar mensukseskan program ini,” tandasnya. (*)

Sumber: