Karet Masih Primadona di Kota Nanas

Karet Masih Primadona di Kota Nanas

PETANI KARET: Salah satu petani karet di Desa Sinar Rambang, Kecamatan Rambang Kapak Tengah menyadap karet dikebun miliknya. foto: ist--

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO.ID - Harga karet yang tak kunjung stabil, ditambah ketersedian pupuk subsidi yang masih sulit didapat lantaran tak lagi diberikan pemerintah, tak membuat petani karet mundur.

Buktinya, di Kota Prabumulih yang memiliki luas sekitar 456,9 km², perkebunan karet masih menjadi primadona bagi petani di Kota Nanas.

"Untuk minat petani menanaman karet tetap ada dan tidak ada pengurangan. Sampai saat ini juga belum ada perubahan minat dari petani karet untuk beralih ke tanaman lain. Karet masih primadona," ujar Plt Kepala Dinas Pertanian Kota Prabumulih, Alfian SP dibincangi Selasa (15/11/2022).

Nah, adapun luas perkebunan karet di Kota Prabumulih saat ini sekitar 19 ribu hektar. Dengan jumlah petani sekitar 13 ribuan Petani karet yang tersebar di 6 Kecamatan.

"19 ribuan hektar itu terdiri dari Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), tanaman menghasilkan (TM), tanaman Rusak / Tanaman Tidak Menghasilkan (TR/TTM)," tambah Kabid Perkebunan, Suntoro Syuhada SP.

Berapa jumlah produksi karet di Kota Prabumulih?. Suntoro menyampaikan hasil produksi karet mencapai 10 ribu ton. "Dibandingkan tahun 2021 ada peningkatan sekira 1-2 persen di tahun 2022," tuturnya  sembari mengatakan bantuan bibit karet disalurkan terakhir tahun 2019 lantaran pandemi Covid-19.

Sementara untuk harga karet mengalami sedikit peningkatan. "Sekitar Rp100-300 kenaikannya, per dua  Minggu kita melakukan pengawasan di masing-masing koperasi," imbuhnya.

Selain karet, di Kota Prabumulih juga terdapat perkebunan sawit. Hanya saja untuk perkebunan sawit sekitar 967 hektar. Dengan jumlah petani sekitar 400 san, sedangkan produksi mencapai 1000-an ton.(08)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: