Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Siap Diluncurkan pada 2 Januari 2025

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Siap Diluncurkan pada 2 Januari 2025, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Penuh--Foto: Prabupos
Begitu juga dengan Amerika Serikat. Dalam pertemuan dengan Presiden AS, Joe Biden, di Washington, DC, Biden menyatakan dukungannya terhadap program MBG dan juga mendukung upaya Indonesia untuk menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Kerja Sama dengan Sektor Perikanan dan Koperasi
Beberapa kementerian dan lembaga telah menyusun berbagai program untuk mendukung MBG. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana melibatkan sekitar 3.000 koperasi perikanan untuk menyediakan bahan pangan bergizi dari ikan. Tujuan utamanya adalah menyediakan protein berkualitas tinggi bagi masyarakat, terutama anak-anak.
BACA JUGA:KUR BRI 2024: Solusi Terbaik untuk UMKM dengan Beragam Keuntungan Menarik
Direktur Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan di KKP, Budi Sulistiyo, menjelaskan bahwa mayoritas koperasi ini beroperasi dalam skala mikro dan kecil, meskipun ada sebagian yang sudah beroperasi dalam skala menengah.
Investasi di Sektor Susu dan Daging untuk Mendukung MBG
Untuk mendukung kelancaran program MBG, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan bahwa puluhan perusahaan tertarik untuk berinvestasi di sektor susu dan daging sapi.
Menurut Sudaryono, sekitar 50 hingga 60 perusahaan berencana untuk mengimpor sapi hidup yang akan digunakan untuk produksi susu dan daging, meskipun pemerintah tidak akan melakukan impor langsung.
"Investor, baik lokal maupun internasional, diberi kesempatan untuk berinvestasi dan mengembangkan industri susu serta daging sapi di Indonesia," tambah Sudaryono.
BACA JUGA:Berdayakan Perempuan, BRI Raih Penghargaan Indonesia Women's Empowerment Principles Awards 2024
BACA JUGA:Warga Prabumulih Kembali Geger! Pria Tanpa Identitas Ditabrak Kereta Api, Badan dan Kepala Terpisah
Panduan Pemberian MBG bagi Ibu Hamil, Balita, dan Anak-anak
Kementerian Kesehatan telah menetapkan pedoman untuk pemberian MBG, dengan frekuensi yang berbeda-beda untuk masing-masing kelompok sasaran.
Ibu hamil dan menyusui akan menerima MBG empat kali seminggu, sementara anak-anak usia sekolah, dari PAUD hingga SMA, akan mendapatkannya lima kali seminggu. Durasi pemberian MBG akan disesuaikan, misalnya untuk ibu hamil selama 9 bulan, dan untuk balita selama 1 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: