Kenaikan Harga Telur di Prabumulih Tembus Rp 27.000 per Kg Menjelang Libur Nataru

Kenaikan Harga Telur di Prabumulih Tembus Rp 27.000 per Kg Menjelang Libur Nataru

Kenaikan Harga Telur di Prabumulih Tembus Rp 27.000 per Kg Menjelang Libur Nataru--Foto: Prabupos

PRABUMULIHPOS.DISWAY.ID - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), beberapa harga bahan pokok di Prabumulih mengalami peningkatan, salah satunya adalah harga telur.

Harga telur di Kota Prabumulih mulai menunjukkan tren kenaikan. Sebelumnya, harga telur tercatat sekitar Rp 25.000 per kilogram, kini naik menjadi antara Rp 26.000 hingga Rp 27.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan pada hari Minggu, beberapa agen telur di pasar lokal melaporkan kenaikan harga sekitar Rp 1.000 per kilogram. "Harga sebelumnya Rp 25.000, sekarang sudah mencapai Rp 26.000 per kilogram," ujar salah seorang agen telur di Pasar Prabumulih.

Kenaikan harga ini sudah berlangsung sejak hari Jumat, 6 Desember 2024. "Sudah tiga hari berturut-turut harga naik sejak hari Jumat. Kami tidak tahu pasti penyebabnya, tetapi harga terus naik," tambahnya.

BACA JUGA:Jalan Sudirman Diperbaiki, Warga Prabumulih Berharap Bertahan Lama!

BACA JUGA:Dua Kali Musibah Kebakaran, SMP Muhammadiyah Prabumulih Rugi Lebih dari Rp 100 Juta

Di beberapa toko dan warung, harga telur bahkan sudah mencapai Rp 27.000 per kilogram. "Harga telur semakin tinggi, mungkin karena mendekati pergantian tahun," ungkap Wati, seorang pemilik warung, saat ditemui.

Menurut Wati, kenaikan harga telur berdampak pada penurunan volume penjualan. "Pelanggan biasanya membeli dalam jumlah sedikit, seperti seperempat kilogram," ujarnya.

Suhendra, seorang warga setempat, mengaku merasa keberatan dengan harga telur yang kini mencapai Rp 26.000 per kilogram. "Harga telur itu cukup tinggi, semoga tidak semakin mahal," kata Suhendra.

Sebagai makanan yang sangat populer, telur menjadi salah satu bahan pokok yang hampir selalu ada di dapur. "Kalau tidak ada lauk lain, telur selalu jadi pilihan. Jadi kalau harga telur naik, sedikit membuat pusing," tambahnya.

BACA JUGA:Peringatan Hari Guru di Prabumulih: Penjabat Walikota Ajak Guru Jadi Teladan

BACA JUGA:Polres Prabumulih Dukung Ketahanan Pangan dengan Penanaman Bibit Ikan di Kolam Bioflok

Sebagai ayah dari tiga anak, Suhendra mengungkapkan bahwa dirinya biasanya membeli telur dalam jumlah banyak. "Sekali stok, saya beli 3 sampai 4 kilogram. Bahkan kadang dalam dua minggu sudah habis. Anak-anak sangat suka telur," tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: