BPBD Sumsel Catat 49 Titik Panas, Ancaman Karhutla Meningkat Saat Musim Kemarau
BPBD Sumsel Catat 49 Titik Panas, Ancaman Karhutla Meningkat Saat Musim Kemarau--Ilustrasi
SUMSEL, PRABUMULIHPOS.CO – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kembali meningkat seiring bertambahnya jumlah titik panas yang terpantau di berbagai wilayah.
Kondisi ini membuat pemerintah bersama tim terkait terus memperkuat langkah antisipasi untuk mencegah kebakaran meluas.
Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan per Minggu, 5 Juli 2026 pukul 09.30 WIB, terdapat 49 hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten di provinsi tersebut.
Kabupaten Muara Enim menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 12 hotspot.
BACA JUGA:Kapolres Prabumulih Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Pangkul
BACA JUGA:159 Petugas Sensus Ekonomi Ikuti Rapat Evaluasi, BPS Prabumulih Tekankan Akurasi Data
Di bawahnya terdapat Musi Banyuasin dengan 10 titik, disusul Kabupaten Lahat dan OKU yang masing-masing mencatat enam titik. Sementara itu, Kabupaten Ogan Ilir dan PALI masing-masing memiliki lima titik panas, Banyuasin tiga titik, serta OKI dua titik.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, petugas tidak hanya mengandalkan pemantauan satelit, tetapi juga rutin melaksanakan patroli udara dan darat. Langkah tersebut dilakukan guna mendeteksi lebih dini munculnya titik api sekaligus mempercepat proses penanganan apabila terjadi kebakaran.
Sebelumnya, hasil patroli pada Sabtu, 4 Juli 2026, mencatat sembilan kejadian karhutla di sejumlah daerah. Rinciannya meliputi satu kejadian di Kabupaten PALI, dua di Banyuasin, dua di Ogan Ilir, satu di Muara Enim, dua di OKI, serta satu kejadian di Kota Palembang.
Seluruh kejadian tersebut telah ditangani melalui operasi pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing serta pemadaman di darat oleh tim gabungan.
Dalam mendukung upaya penanggulangan karhutla, BPBD Sumsel menyiagakan berbagai armada udara, yakni satu pesawat Cessna untuk patroli, satu helikopter patroli, serta empat helikopter water bombing yang siap diterjunkan ke lokasi kebakaran apabila diperlukan.
Sementara itu, hasil analisis prakiraan cuaca menunjukkan sebagian besar wilayah Sumatera Selatan saat ini berada pada kategori sangat rentan terhadap kebakaran. Minimnya curah hujan membuat tingkat potensi kebakaran berada pada level Very High atau sangat tinggi.
BACA JUGA:Hari Bhayangkara ke-80, Polres Prabumulih Gelar Doa Lintas Agama Demi Keamanan dan Kedamaian
BACA JUGA:159 Petugas Sensus Ekonomi Ikuti Rapat Evaluasi, BPS Prabumulih Tekankan Akurasi Data
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
