Program Intervensi Berbasis Masyarakat di Wonosari, Langkah Nyata Perangi Narkoba
Program Intervensi Berbasis Masyarakat di Wonosari, Langkah Nyata Perangi Narkoba--Foto: Prabupos
PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba di wilayahnya.
Salah satunya adalah melalui sosialisasi sekaligus peluncuran program Unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Berkelanjutan Tahun 2026, yang diselenggarakan di Aula Kantor Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan, petugas puskesmas, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Acara resmi dibuka oleh Kepala BNN Kota Prabumulih, AKBP Pauzia, S.P., yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memutus rantai penyalahgunaan narkoba.
BACA JUGA:Dinkes Prabumulih Siapkan Posko Kesehatan untuk Arus Mudik Lebaran 1447 H
BACA JUGA:Persiapan Haji 2026: Prabumulih Pastikan Semua Jamaah Siap Berangkat
Dalam sambutannya, AKBP Pauzia menjelaskan bahwa Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) merupakan program strategis BNN yang bertujuan membantu penanganan penyalahguna narkoba dengan tingkat ketergantungan ringan hingga sedang melalui pendekatan komunitas.
“IBM hadir untuk memudahkan akses layanan pemulihan bagi masyarakat. Pendekatannya bukan lagi hanya melalui lembaga rehabilitasi besar, tetapi langsung di lingkungan tempat tinggal. Dengan cara ini, proses pemulihan lebih mudah dijangkau dan dapat mengurangi rasa takut maupun stigma bagi penyalahguna,” ujarnya.
Menurut AKBP Pauzia, prinsip IBM adalah dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan pemulihan penyalahguna narkoba bisa berjalan lebih efektif dan berkesinambungan.
Ia menambahkan, selama ini banyak penyalahguna yang enggan melapor atau mencari bantuan karena takut stigma, jarak layanan yang jauh, atau biaya.
“Dengan IBM, layanan penanganan menjadi lebih dekat. Pendampingannya dilakukan oleh orang-orang dari lingkungan mereka sendiri, sehingga tingkat kepercayaan meningkat dan proses pemulihan bisa lebih optimal,” jelasnya.
BACA JUGA:Ramalan Shio 15 Maret 2026, Kuda Jangan Lupa Untuk Fokus Hari Ini
BACA JUGA:Polres Prabumulih Siagakan 300 Personel untuk Amankan Arus Mudik Lebaran 2026
BNN juga melibatkan Agen Pemulihan (AP) dari masyarakat, termasuk tokoh agama, pemuda, dan warga peduli pemberantasan narkoba. Agen ini mendapat pelatihan khusus dari BNN untuk menjalankan berbagai tugas, mulai dari pemetaan wilayah rawan narkoba, edukasi masyarakat, hingga pendampingan sederhana bagi penyalahguna yang ingin pulih.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
