Pembatasan Rombel Picu Keresahan Orang Tua di Prabumulih

Pembatasan Rombel Picu Keresahan Orang Tua di Prabumulih

Pembatasan Rombel Picu Keresahan Orang Tua di Prabumulih--Foto: Prabupos

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO — Kebijakan pembatasan jumlah rombongan belajar (rombel) di sejumlah SD dan SMP negeri di Kota Prabumulih menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa.

Pasalnya, banyak orang tua kesulitan memasukkan anak mereka ke sekolah yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal. Kapasitas sekolah yang terbatas dianggap tidak seimbang dengan jumlah calon peserta didik yang terus bertambah setiap tahun.

Dalam beberapa kasus, sekolah dasar negeri hanya dapat membuka satu hingga dua kelas pada tahun ajaran baru. Kondisi ini membuat sebagian orang tua harus mencari pilihan sekolah lain, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah padat penduduk namun jauh dari sekolah negeri.

Keresahan masyarakat juga semakin meningkat setelah munculnya keluhan warga di media sosial.

Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa jumlah kelas yang terbatas serta penerapan sistem zonasi dirasa kurang berpihak pada kondisi masyarakat di wilayah tertentu. Unggahan itu kemudian mendapat banyak tanggapan dari warganet yang mengalami permasalahan serupa.

BACA JUGA:Kasus dr. Myta Jadi Sorotan, Sistem Internsip Dokter Diminta Dievaluasi

BACA JUGA:BSB Perluas Akses Kredit untuk Guru Bersertifikasi di Sumsel

Sebagian masyarakat menilai bahwa kebijakan ini belum mempertimbangkan kondisi geografis dan pemerataan akses pendidikan secara menyeluruh.

Mereka khawatir jika tidak segera dicarikan solusi, hal ini dapat menghambat hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Menanggapi situasi tersebut, DPRD Kota Prabumulih segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketua Komisi I DPRD, Riza Ariansyah, menyampaikan bahwa pihaknya tengah berupaya mencari jalan keluar agar seluruh anak tetap bisa bersekolah.

Ia menjelaskan bahwa permasalahan terjadi ketika jumlah siswa di sekitar sekolah melebihi kapasitas yang tersedia. Di sisi lain, sekolah lain juga mengalami kondisi serupa akibat penerapan sistem zonasi.

BACA JUGA:Peringati Hari Bumi 2026, Prabumulih Gencarkan Penanaman Pohon Buah

BACA JUGA:Kedai Mitra Presisi Hadir di Prabumulih, Jadi Ruang Santai dan Aspirasi Warga

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: