Aroma Pandan dan Gula Merah, Rahasia Enaknya Lupis Buatan Zhia

Aroma Pandan dan Gula Merah, Rahasia Enaknya Lupis Buatan Zhia

Aroma Pandan dan Gula Merah, Rahasia Enaknya Lupis Buatan Zhia--Foto: Prabupos

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Di tengah maraknya makanan modern dan jajanan kekinian, kuliner tradisional masih tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Salah satu yang tetap bertahan adalah lupis, makanan berbahan dasar beras ketan yang dibungkus daun pisang lalu disajikan dengan siraman gula merah cair. Hingga saat ini, makanan ini masih disukai oleh berbagai kalangan.

Di Kota Prabumulih, lupis buatan Nyayu Fauziah menjadi hidangan yang selalu dinantikan, baik oleh keluarga maupun tamu yang datang berkunjung. Cita rasanya yang khas, aroma pandan yang wangi, serta teksturnya yang lembut dan pulen membuat lupis buatannya sulit dilupakan.

Menariknya, bahan pelengkap yang digunakan berasal dari halaman rumah sendiri. Nyayu menanam pohon pisang serta pandan yang kemudian dimanfaatkan sebagai pembungkus sekaligus penambah aroma alami pada lupis buatannya.

BACA JUGA:Kasus dr. Myta Jadi Sorotan, Sistem Internsip Dokter Diminta Dievaluasi

BACA JUGA:May Day 2026 di Prabumulih, Polres Pererat Hubungan dengan Buruh Lewat Kegiatan Silaturahmi

“Daun pisang di rumah memang sengaja dimanfaatkan untuk berbagai makanan tradisional, termasuk lupis yang jadi favorit keluarga,” ungkap perempuan yang akrab disapa Zhia tersebut.

Ia memilih daun pisang jenis kepok karena ukurannya yang lebar serta teksturnya yang kuat, sehingga cocok digunakan sebagai pembungkus makanan. Zhia juga menyebut bahwa resep lupis yang ia gunakan merupakan warisan dari sang ibu yang terus dijaga hingga sekarang.

“Sejak dulu memang sudah sering membuat lupis di rumah. Ini resep turun-temurun dari ibu, jadi tetap kami pertahankan,” jelasnya.

Bagi keluarga Zhia, lupis bukan sekadar camilan, tetapi juga bagian dari tradisi yang selalu hadir di rumah, berdampingan dengan pempek sebagai salah satu makanan khas Sumatera Selatan.

BACA JUGA:Pemkot Prabumulih Genjot PAD, Targetkan Kemandirian Fiskal Daerah

BACA JUGA:Dukungan Menguat, H. Cik Ujang Diunggulkan Kembali Pimpin Demokrat Sumsel

Proses pembuatannya pun masih dilakukan secara tradisional. Beras ketan yang sudah dibungkus daun pisang kemudian direbus selama kurang lebih tiga hingga empat jam hingga menghasilkan tekstur yang padat namun tetap lembut dan pulen.

Untuk menambah aroma khas, dalam proses perebusan ditambahkan daun pandan segar dari kebun sendiri serta sedikit garam agar rasa ketannya lebih gurih. Sementara itu, saus gula merah dibuat dari gula merah asli tanpa campuran sehingga menghasilkan rasa manis yang alami, kental, dan harum.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: