Menutup Utang dan Kembali Bangkit
Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)--Dahlan iskan
PRABUMULIHPOS.CO - Bagi dunia usaha, utang bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, pinjaman dapat membantu pengusaha memperbesar kapasitas bisnis ketika modal sendiri belum mencukupi.
Namun di sisi lain, cicilan dan kewajiban pembayaran bisa berubah menjadi beban berat ketika kondisi pasar tidak sesuai harapan.
Situasi seperti itu kerap dialami pengusaha yang sedang berada dalam fase pertumbuhan. Ketika permintaan meningkat dan pesanan mulai berdatangan, kapasitas produksi terkadang tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan.
Pengusaha kemudian dihadapkan pada sejumlah kebutuhan baru, mulai dari pembelian mesin, penambahan gudang hingga perekrutan tenaga kerja.
BACA JUGA:Pertamina EP Limau Cetak Rekor Gas Sales, Tembus 3,1 MMSCFD
BACA JUGA:Pertamina Drilling Dinobatkan sebagai Mitra Terbaik Regional 4 oleh Pertamina EP Cepu
Masalahnya, semua kebutuhan tersebut membutuhkan modal tambahan.
Utang pun sering menjadi jalan keluar yang paling cepat. Dana pinjaman dapat digunakan untuk membeli peralatan, memperluas tempat usaha, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi.
Namun konsekuensinya, pengusaha harus menghadapi cicilan, bunga atau margin serta tenggat pembayaran setiap bulan.
Risiko menjadi semakin besar ketika penjualan mengalami penurunan. Arus kas yang sebelumnya lancar bisa terganggu, sementara kewajiban pembayaran tetap berjalan.
Persoalan inilah yang menjadi pembahasan dalam talk show bertajuk “Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang” yang digelar Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway.
Sekitar 500 pengusaha dari berbagai daerah dan sektor usaha menghadiri kegiatan tersebut di Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis pagi, 13 Agustus 2026.
Para peserta datang dengan pengalaman bisnis yang beragam. Sebagian mampu mengembangkan usaha tanpa memiliki beban utang, sementara lainnya masih berusaha menyelesaikan kewajiban finansial yang nilainya tidak sedikit.
Founder Disway Group Dahlan Iskan turut hadir dan memandu jalannya diskusi. Ia menghadirkan lima pengusaha yang memiliki pengalaman dalam menghadapi persoalan utang sekaligus membangun kembali bisnis mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
