Karhutla Sindur Jadi Perhatian, Wali Kota Prabumulih Cek Langsung Lokasi
Karhutla Sindur Jadi Perhatian, Wali Kota Prabumulih Cek Langsung Lokasi--Foto: Prabupos
PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO — Pemerintah Kota PRABUMULIH mengambil langkah cepat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Kelurahan Sindur.
Wali Kota Prabumulih H Arlan bersama sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung lokasi kebakaran pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan proses penanganan api berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, H Arlan didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Prabumulih Asvera Primadona, S.H., M.H., Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., serta Danyonzipur 2/Samara Grawira Letkol Czi Ahmad Afandi, S.E., M.Tr.(Mil.).
BACA JUGA:Perkuat Keamanan Lingkungan, Polres Prabumulih Serahkan 8 HT ke Warga Gunung Ibul
BACA JUGA:400 Santri Prabumulih Dilepas Ikuti Tasyakuran Akbar BKPRMI Sumsel 2026
Saat berada di lokasi, rombongan melihat secara langsung area yang terdampak kebakaran. Wali Kota juga memeriksa kesiapan petugas, peralatan, serta berbagai fasilitas yang dikerahkan untuk mengendalikan api.
Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kecepatan respons dan koordinasi antarinstansi menjadi faktor penting agar api tidak semakin meluas.
Karena itu, Pemerintah Kota Prabumulih terus membangun sinergi dengan TNI, Polri, BPBD, Kejaksaan, serta unsur lainnya yang terlibat dalam penanggulangan bencana.
“Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan kesiapsiagaan seluruh pihak. Pemerintah bersama TNI, Polri, BPBD dan unsur terkait harus bergerak bersama agar api dapat segera dikendalikan,” ujar H Arlan.
BACA JUGA:Kemarau Panjang Melanda Prabumulih, Warga Mulai Kesulitan Air Bersih
BACA JUGA:SMAN 1 Prabumulih Bertabur Juara, Puluhan Siswa Terima Apresiasi Wali Kota
Selain melakukan pemadaman, langkah pencegahan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Masyarakat diminta ikut menjaga kondisi lingkungan dan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Terlebih pada kondisi tertentu, api dapat dengan cepat merambat ketika lahan berada dalam keadaan kering dan didukung faktor cuaca yang membuat kebakaran sulit dikendalikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
