berbasis langganan, seperti Network-as-Code (NaaS), SaaS, dan monetisasi IP, terutama pada sektor otomotif, IoT, dan layanan video.
Komitmen Terhadap Keberlanjutan dan ESG
Nokia menegaskan komitmennya pada praktik bisnis ramah lingkungan lewat pengembangan teknologi hemat energi melalui AI-RAN, yang mampu meningkatkan efisiensi hingga 40%.
Target perusahaan adalah mengurangi emisi karbon hingga 50% pada tahun 2030. Penyegaran merek juga bertujuan memperkuat citra Nokia sebagai pelopor solusi B2B yang inovatif dan berkelanjutan.
Kinerja Finansial dan Proyeksi Masa Depan
BACA JUGA:Nokia X40 Pro 2024, Smartphone Premium dengan Spek Juara
BACA JUGA:Nokia Lumia Max Meluncur, Smartphone Canggih dengan Harga Terjangkau
Pada kuartal IV 2024, Nokia mencatat laba bersih sebesar €813 juta, berbalik dari kerugian €33 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan meningkat 10%, dan dividen sebesar €0,14 per saham diumumkan. Proyeksi laba operasional untuk 2025 berada di kisaran €1,9 hingga €2,4 miliar.
Pada kuartal I 2025, aliran kas bebas mencapai €0,7 miliar meskipun kas bersih menurun menjadi €3 miliar akibat akuisisi Infinera. Namun, kenaikan pesanan dan margin di segmen optical menunjukkan perkembangan yang positif.
Tantangan dan Risiko
Persaingan ketat dari perusahaan besar seperti Ericsson, Huawei, dan Cisco masih menjadi tekanan utama, khususnya di pasar optical dan RAN.
Selain itu, ketegangan geopolitik dan tarif perdagangan di Amerika Serikat mendorong CEO Justin Hotard untuk mempertimbangkan peningkatan kapasitas produksi domestik.
Ketergantungan pada belanja modal operator juga menjadi potensi risiko, meski diversifikasi ke segmen enterprise dan optical memberikan kestabilan tambahan.
Penutup
Strategi Formula 2025 menandai perubahan besar dalam arah bisnis Nokia. Kombinasi antara efisiensi biaya, inovasi teknologi, ekspansi pasar global, dan komitmen keberlanjutan menjadi fondasi utama pertumbuhan.