Perekaman video lebih unggul berkat adanya OIS, perpindahan lensa yang mulus, serta dukungan 4K untuk kamera ultrawide—fitur yang tidak dimiliki Poco F6. Kamera depan pun menghasilkan gambar natural tanpa overexposure berlebihan.
BACA JUGA:Harga dan Spesifikasi iPhone 12 Pro Max Bekas, Apakah Masih Worth It?
BACA JUGA:iPhone 11 Pro Kini Terjangkau! Ini Alasan Masih Worth It di 2025
Kekuatan Brand yang Tak Tergeser
Faktor terakhir yang membuat Galaxy A55 terus laris adalah nama besar Samsung.
Brand ini sudah lama dipercaya masyarakat Indonesia berkat kualitas, layanan purna jual, serta jaringan service center dan ketersediaan spare part resmi yang mudah diakses.
Konsumen menyadari bahwa tidak ada smartphone sempurna di harga 5 jutaan.
Namun, mereka lebih mengutamakan perangkat yang dapat diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Galaxy A55 pun tetap dipilih karena memberikan pengalaman menyeluruh yang solid, bukan sekadar mengejar spesifikasi tinggi.
BACA JUGA:Xiaomi 14T vs Samsung Galaxy A55 5G, Mana Smartphone Mid-Range Terbaik?
BACA JUGA:iPhone 17 vs iPhone 16: Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Worth It?
Galaxy A55 bisa diibaratkan seperti warung legendaris yang selalu ramai pembeli meski sering mendapat kritik.
Nilai utama yang ditawarkan tetap konsisten, sehingga konsumen percaya dan kembali memilihnya. Inilah yang membuat Samsung terus mempertahankan dominasinya di pasar smartphone menengah Indonesia.