PRABUMULIHPOS.CO - Nokia dikabarkan tengah memperluas fokusnya ke teknologi drone yang terkoneksi dengan jaringan 5G. Produk baru ini diperkirakan akan meluncur ke pasar secara lebih luas pada 2026.
Drone generasi terbaru ini dirancang dengan kamera beresolusi tinggi dan tampilan futuristik, menjadikannya cocok untuk berbagai kebutuhan industri maupun publik.
Kabar proyek ini muncul bersamaan dengan peran Nokia sebagai pemimpin konsorsium teknologi drone dan robotika yang didukung oleh program Uni Eropa PROACTIF.
Kolaborasi tersebut bertujuan untuk mengembangkan pesawat tanpa awak generasi berikutnya, yang bisa digunakan untuk pengawasan infrastruktur kritikal, tanggap darurat, hingga misi penting lainnya.
BACA JUGA:7 HP Nokia Rp1,5 Jutaan di Awal 2026, Desain Elegan dan Tahan Lama
BACA JUGA:ASUS ProArt PZ13, Laptop & Tablet Windows untuk Kerja Seharian Tanpa Khawatir Baterai Habis
Proyek PROACTIF di bawah kepemimpinan Nokia melibatkan 42 organisasi dari 13 negara.
Proyek ini diperkirakan akan menghasilkan puluhan inovasi produk dan paten baru hingga 2035, sekaligus menunjukkan komitmen Nokia pada penelitian dan pengembangan sistem drone otonom yang aman, efisien, dan komersial.
Melalui Nokia Drone Networks, perusahaan menggabungkan teknologi drone-in-a-box dengan jaringan 4G/LTE dan 5G.
Pendekatan ini memungkinkan operasi Beyond Visual Line of Sight (BVLOS), yaitu penerbangan drone jarak jauh tanpa pengawasan visual langsung dari pilot.
BACA JUGA:Nokia Lumia Max 2026 Resmi Diperkenalkan, Usung Kamera 108 MP dan Baterai 6000 mAh
BACA JUGA:MacBook Pro M5 14 Inci Resmi Hadir di Indonesia: Performa AI Lebih Cepat & Baterai Tahan Lama
Sistem ini dilengkapi drone dengan dual-gimbal camera beresolusi HD dan kemampuan thermal imaging, docking station otomatis, serta kontrol operasi yang dapat diintegrasikan ke sistem industri atau publik melalui API terbuka.
Salah satu keunggulan utama Nokia Drone Networks adalah jangkauan navigasi dan konektivitasnya yang luas, fitur yang masih jarang ditemui pada drone konvensional.
Dengan dukungan 5G dan radio multi-operator, drone bisa mentransfer dan menerima data secara real-time tanpa bergantung pada Wi-Fi, sehingga minim gangguan karena jangkauan terbatas atau latensi tinggi.