Tingkat kecerahan mencapai sekitar 500 nits untuk mode SDR, dan dapat meningkat hingga 1100 nits saat HDR diaktifkan, sesuai klaim pabrikan.
Akurasi warnanya juga sangat baik, dengan cakupan 100% DCI-P3 dan color volume lebih dari 118%. Hal ini menjadikannya sangat cocok untuk pekerjaan kreatif seperti pengeditan foto, video, maupun desain grafis.
BACA JUGA:iPad Air vs iPad Pro, Mana yang Lebih Worth di 2026?
BACA JUGA:Honor Pad 10, Tablet Andal untuk Produktivitas Tinggi dan Kerja Lembur
Sertifikasi DisplayHDR True Black 1000, dukungan Dolby Vision, serta kalibrasi warna dari pabrik semakin memperkuat kesan premium.
Meski permukaan layarnya glossy khas OLED, justru hal tersebut membuat warna tampak lebih tajam dan hidup.
Untuk urusan performa, Legion 7i Gen 10 ditenagai prosesor Intel Core Ultra 9 275HX dengan 24 core, dipadukan dengan NVIDIA GeForce RTX 5070 Laptop GPU 8 GB GDDR7 berbasis arsitektur Blackwell.
Meskipun bukan varian GPU tertinggi, performa yang ditawarkan tetap sangat agresif.
BACA JUGA:Honor Pad 10, Tablet Andal untuk Produktivitas Tinggi dan Kerja Lembur
BACA JUGA:Redmi Note 15 5G, Smartphone Kelas Menengah dengan Performa dan Fitur Premium
RTX 5070 Laptop hadir dengan Ray Tracing generasi keempat, Tensor Core generasi kelima, serta dukungan DLSS 4 Multi Frame Generation.
Teknologi ini memungkinkan pembuatan hingga tiga frame tambahan untuk setiap frame yang dirender, sehingga gim AAA berat dapat berjalan mulus dengan frame rate tinggi meski ray tracing diaktifkan.
Dari sisi AI, performanya melonjak signifikan dengan kemampuan hingga 798 TOPS, jauh melampaui generasi sebelumnya.
Dalam penggunaan sehari-hari, laptop ini sangat andal untuk menjalankan gim berat, melakukan rendering di Blender, maupun mengedit video 4K dan AV1.
Proses rendering berbasis GPU di Blender dapat diselesaikan jauh lebih cepat, sementara ekspor video di Adobe Premiere Pro dan DaVinci Resolve berlangsung lancar dengan suhu yang tetap terjaga.
BACA JUGA:iPad Air vs iPad Pro, Mana yang Lebih Worth di 2026?