Fitur tambahan ponsel ini juga cukup lengkap untuk zamannya, termasuk output HDMI, NFC, radio FM, dan baterai yang bisa dilepas.
Hal ini menunjukkan bahwa keunggulan 808 PureView tidak hanya pada kameranya, tetapi juga pada fungsionalitas tambahan.
BACA JUGA:Awal 2026, WinRo Bidik Potensi Pasar AMDK di Danau Ranau
BACA JUGA:Bangkit di 2026: Nokia N75 Max 5G Hadir dengan Snapdragon Flagship dan Harga Kompetitif
Meski demikian, ponsel ini memiliki keterbatasan untuk penggunaan modern.
Sistem operasi Symbian Belle tidak lagi kompatibel dengan aplikasi populer seperti WhatsApp atau platform media sosial.
Performa hardware-nya pun sudah tertinggal dibanding smartphone terbaru.
Namun, Nokia 808 PureView tetap digemari kolektor dan pecinta fotografi klasik.
Foto yang dihasilkan menampilkan warna natural dan minim pemrosesan software, memberikan karakter unik yang berbeda dari kamera smartphone modern yang mengandalkan AI dan filter digital.
BACA JUGA:Bocoran Terbaru: iPhone 18 Pro Masih Pertahankan Dynamic Island, Ukuran Diperkecil
BACA JUGA:Awal 2026, WinRo Bidik Potensi Pasar AMDK di Danau Ranau
Di pasar second-hand, harga Nokia 808 PureView relatif terjangkau.
Unit standar biasanya dijual antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta, sementara yang kondisi mulus lengkap dengan kotak dan aksesori asli bisa mencapai Rp3,5 juta hingga Rp4 juta, terutama bagi kolektor.
Teknologi kamera yang dibawa Nokia 808 PureView menjadi tonggak penting dalam sejarah fotografi mobile.
Di tengah tren smartphone yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan, sensor besar dan teknologi optik murni yang diusung ponsel ini membuktikan bahwa kualitas hardware tetap menjadi faktor utama.
BACA JUGA:Sony Serahkan 51 Persen Bisnis TV ke TCL, Apa Dampaknya bagi Konsumen?