Namun, harga genteng bisa lebih kompetitif jika pabrik berada dekat lokasi distribusi.
Contohnya, genteng yang diproduksi lokal dari tanah liat dan campuran abu batu bara atau fly ash bisa lebih murah sekaligus ramah lingkungan.
BACA JUGA:Unboxing Souvenir Mewah Pernikahan Rara Lida-Aladull, Cek Devi: Kotak Emas
BACA JUGA:Sumur BNG-68 Adera Field Catat Rekor Produksi Berkat Velocity String
Menurut Taufiq Hidayat, Direktur Komersial Mortar Indonesia, pemanfaatan limbah seperti fly ash dalam produksi genteng dapat menekan biaya dan mendukung ekonomi lokal, sejalan dengan program Koperasi Merah Putih.
Gerakan Gentengisasi
Gerakan gentengisasi bertujuan meningkatkan kualitas hunian sekaligus membuka peluang usaha bagi produsen genteng lokal.
Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan impor dan memperindah lingkungan dengan rumah yang lebih rapi dan nyaman.
BACA JUGA:Laptop Murah tapi Powerful: Rekomendasi Asus 3 Jutaan
BACA JUGA:Xiaomi YU7 GT Resmi Terungkap: SUV Listrik 990 HP, Tembus 300 Km/Jam
Genteng tidak hanya melindungi rumah dari cuaca, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan estetika.
Dengan daya tahan lebih lama dan kemampuan meredam panas yang lebih baik, genteng menawarkan keuntungan jangka panjang dibanding atap seng.
Penelitian dan pengalaman menunjukkan bahwa genteng berkualitas tetap kuat hingga puluhan tahun, sedangkan atap seng sering memerlukan penggantian akibat kerusakan dan karat.
Oleh karena itu, transisi dari atap seng ke genteng membawa banyak manfaat bagi pemilik rumah dan lingkungan sekitarnya, terutama jika produksi genteng merata dan terjangkau.
BACA JUGA:Laptop Murah tapi Powerful: Rekomendasi Asus 3 Jutaan
BACA JUGA:Bocoran vivo Y21 5G: IP65, Baterai Jumbo, dan Pengisian Cepat 44W