BACA JUGA:Mangkir Kerja Berbulan-bulan, ASN Pemkot Prabumulih Resmi Diberhentikan
Ketiga model tersebut banyak dipilih di kawasan tropis karena efektif mengalirkan air hujan sehingga beban pada atap berkurang dan risiko kebocoran dapat diminimalkan.
Kemiringan atap yang disarankan umumnya sekitar 30 derajat agar aliran air lebih optimal.
Memilih Material Penutup Atap
Selain desain, jenis material penutup atap juga memegang peranan penting. Pemilihan genteng harus disesuaikan dengan kondisi iklim setempat.
Setiap jenis genteng memiliki keunggulan masing-masing. Namun, genteng keramik sering direkomendasikan untuk daerah dengan curah hujan tinggi dan suhu panas yang ekstrem.
BACA JUGA:Seng vs Genteng: Atap Mana yang Lebih Hemat dan Tahan Lama?
BACA JUGA:Samsung Pertimbangkan Kembalikan Variable Aperture, Terinspirasi iPhone 18 Pro?
Hal ini karena bahan dasarnya berupa tanah liat yang dilapisi glazur mampu memantulkan panas sehingga membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk.
Proses pembakaran pada suhu tinggi (sekitar 1.100°C) membuat genteng keramik menjadi kuat, tidak mudah retak, serta tahan terhadap perubahan cuaca.
Tingkat penyerapan airnya pun rendah, sehingga risiko rembesan dapat ditekan. Selain itu, genteng keramik tidak mudah terbakar, tidak melengkung akibat panas, serta tahan terhadap korosi.
Dengan karakteristik tersebut, atap berbahan genteng keramik cenderung tidak membutuhkan perawatan intensif.
Warnanya relatif tahan lama, tidak mudah pudar, dan tidak memerlukan pengecatan ulang dalam waktu panjang.
BACA JUGA:Samsung Pertimbangkan Kembalikan Variable Aperture, Terinspirasi iPhone 18 Pro?
BACA JUGA:6 Ide Sekat Ruang Keluarga Minimalis yang Bikin Rumah Terlihat Lebih Luas
Pentingnya Memilih Produk Berkualitas