PRABUMULIHPOS.CO - Dahulu, hampir semua rumah di Indonesia menggunakan atap miring sebagai desain utama. Namun, seiring perkembangan arsitektur dan konstruksi, model atap rumah kini semakin beragam.
Selain atap miring, beberapa rumah modern kini mulai mengadopsi bentuk atap lain, seperti atap datar.
Lalu, bentuk atap seperti apa yang paling sesuai dengan kondisi Indonesia, terutama mengingat curah hujan yang tinggi di sebagian besar wilayahnya?
Atap Datar
Atap datar menghadirkan kesan modern dan umumnya terbuat dari beton bertulang.
Salah satu keunggulan model ini adalah efisiensi biaya, karena kemiringannya yang minim (biasanya kurang dari 10 derajat) membuat kebutuhan material lebih sedikit.
BACA JUGA:Perbandingan Kanopi Baja Ringan dan Besi Hollow: Mana yang Lebih Unggul?
BACA JUGA:Ramalan Shio 11 Februari 2026, Kerbau Anda Akan Menjadi Lebih Bijaksana Hari Ini
Selain itu, permukaan datar atap dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi, misalnya sebagai rooftop untuk bersantai, menanam tanaman, menjemur pakaian, atau area aktivitas lainnya.
Namun, ada juga kelemahan dari atap datar. Air hujan tidak mudah mengalir ke tanah sehingga berisiko menimbulkan kebocoran jika permukaan atap tidak dibersihkan secara rutin dari kotoran atau air yang menggenang.
Di sisi lain, atap datar yang dirancang untuk menyerap panas dapat membantu membuat ruangan lebih hangat di musim dingin, tetapi saat musim kemarau, ruangan bisa menjadi lebih panas.
Atap Miring
Bagi rumah di Indonesia yang beriklim tropis, atap miring masih menjadi pilihan ideal.
Desain ini menciptakan ruang antara atap dan plafon yang berfungsi sebagai sirkulasi udara, sehingga panas tidak langsung masuk ke dalam rumah.
BACA JUGA:Perbandingan Kanopi Baja Ringan dan Besi Hollow: Mana yang Lebih Unggul?