PRABUMULIHPOS.CO - Pernah ingin menghadirkan kehangatan tampilan pagar kayu, tapi mundur karena khawatir biaya perawatan dan risiko rayap? Anda tidak sendiri.
Di iklim tropis Indonesia, kayu asli memang menawan, tetapi membutuhkan perhatian ekstra agar awet.
Tahun ini, tren industri hunian menunjukkan perubahan signifikan: pagar lisplang berbahan papan semen fiber (fiber cement) atau GRC kini menjadi pilihan utama, bukan sekadar alternatif ekonomis.
Material ini menawarkan kombinasi ideal antara tampilan kayu dan ketahanan beton.
BACA JUGA:Panduan Memilih Atap Kanopi: Jenis, Fungsi, dan Kisaran Biaya Terbaru
BACA JUGA:Baja Ringan vs Besi Hollow: Mana Material Kanopi Terbaik untuk Rumah Anda?
Data pasar menunjukkan peningkatan permintaan material komposit ini dibanding kayu solid maupun besi tempa.
Faktor utamanya: keseimbangan antara harga, estetika, dan kemampuan bertahan terhadap cuaca ekstrem.
Inspirasi Desain Pagar Lisplang
Pagar adalah “wajah” rumah. Tren desain pagar lisplang tahun ini bisa dibagi menjadi tiga kategori:
Motif Vertikal
Alih-alih horizontal, papan lisplang disusun vertikal.
Kelebihan: Menciptakan ilusi rumah lebih tinggi dan anggun, serta debu lebih sulit menempel.
Cocok untuk: Rumah dengan fasad sempit yang ingin terlihat lebih proporsional.
BACA JUGA:Tren Pagar Besi 2026: Kuat, Estetis, dan Penuh Nuansa Hijau