7. Genteng Keramik
Genteng keramik dibuat dari bahan dasar tanah liat yang diproses mirip dengan genteng biasa, tetapi diberi lapisan finishing mengilap.
Lapisan tersebut membuat warnanya lebih tahan lama dan tidak mudah pudar.
Secara fungsi, genteng keramik hampir sama dengan genteng tanah liat. Perbedaannya terletak pada tampilan yang lebih elegan dan harga yang relatif lebih tinggi.
Pemasangannya pun membutuhkan kemiringan atap tertentu agar hasilnya optimal.
8. Atap Beton
Material beton dapat digunakan sebagai dak (atap datar) maupun genteng beton. Dak beton biasanya dimanfaatkan untuk rencana penambahan lantai atau area rooftop di masa depan.
Sementara itu, genteng beton memiliki bentuk yang cenderung rata dan cocok untuk desain rumah minimalis.
BACA JUGA:ASUS ExpertBook P5 (P5405): Laptop Bisnis Bertenaga AI untuk Profesional Modern
BACA JUGA:Cuan Santai dari Smartphone: Dapat Rp290.000 Saldo DANA Gratis di Crazy Kitchen 2026
Walaupun biayanya cukup besar, perawatannya tergolong mudah. Cukup dibersihkan secara berkala. Untuk mencegah rembesan air, sebaiknya tambahkan lapisan waterproofing.
9. Atap Sirap
Atap sirap terbuat dari kayu ulin yang dikenal kuat dan tahan terhadap cuaca ekstrem. Material ini memberikan kesan alami serta membantu menjaga suhu rumah tetap sejuk.
Proses pemasangannya memerlukan keahlian khusus karena harus disusun rapi di atas rangka yang kokoh. Atap sirap lebih sering digunakan pada bangunan seperti tempat ibadah, museum, atau bangunan tradisional.
Namun, tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan pada hunian pribadi demi tampilan yang unik dan estetik.
Kesimpulan