BACA JUGA:WRC Soroti Kinerja Setahun H Arlan–Franky: Penataan Kota dan PAD Meningkat
Namun, genteng tanah liat juga memiliki kekurangan, seperti mudah berlumut, rentan retak, serta membutuhkan waktu pemasangan yang cukup lama.
2. Atap Asbes
Asbes merupakan salah satu material atap yang cukup populer karena harganya ekonomis.
Bentuknya berupa lembaran ringan yang terbuat dari campuran serat dan mineral silikat, sehingga proses pemasangannya relatif cepat dibandingkan genteng konvensional.
Meski demikian, tampilan asbes cenderung sederhana dan kurang variatif dari segi desain.
Selain itu, material ini cukup rapuh sehingga harus dipasang dengan hati-hati agar tidak mudah patah.
BACA JUGA:5 Inspirasi Dinding Teras Rumah yang Bikin Tampilan Hunian Lebih Elegan
BACA JUGA:Genteng Beton vs Jenis Lain: Mana yang Lebih Unggul?
3. Genteng Kaca
Untuk menghadirkan pencahayaan alami yang maksimal, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan genteng kaca atau skylight.
Material ini memungkinkan cahaya matahari masuk ke dalam ruangan sehingga rumah terasa lebih terang dan hemat energi.
Tidak hanya dari kaca, beberapa produk juga menggunakan bahan transparan seperti akrilik atau plastik khusus.
Keunggulannya adalah mampu meningkatkan estetika interior serta memberikan kesan ruangan lebih luas.
Namun, biaya pemasangan dan perawatannya relatif tinggi. Selain itu, suhu ruangan bisa meningkat saat cuaca sedang terik.
BACA JUGA:Lorong Samping Rumah yang Stylish: Ide Vertical Garden dan Taman Minimalis