Tak jarang, atap datar juga dipasangi panel surya untuk mendukung efisiensi energi, membuktikan bahwa desain modern dapat selaras dengan konsep ramah lingkungan.
2. Atap Pelana: Desain Abadi yang Fungsional
Bentuk segitiga khas atap pelana masih menjadi pilihan favorit banyak orang.
Model ini dikenal fleksibel karena cocok diterapkan pada berbagai konsep hunian, dari tradisional hingga minimalis modern.
Strukturnya memungkinkan air hujan mengalir dengan lancar, sehingga sangat sesuai untuk daerah dengan intensitas hujan tinggi.
Dari segi biaya, konstruksinya pun relatif lebih ekonomis dibandingkan desain yang lebih kompleks.
BACA JUGA:Oppo Luncurkan Empat HP Seri A6 Baru, Andalkan Baterai 7.000mAh
BACA JUGA:Bocoran Isi Kotak Spesial Oppo Find N6 Terungkap, Dapat Aksesori Premium
Secara estetika, atap pelana mudah dipadukan dengan berbagai material seperti kayu, genteng modern, atau warna-warna netral yang elegan.
3. Atap Skillion: Modern dan Dinamis
Atap skillion, atau sering disebut mono-pitch, memiliki satu bidang miring yang mengarah ke satu sisi.
Desain ini memberikan tampilan kontemporer yang tegas dan berbeda dari model konvensional.
Kemiringannya membantu mempercepat aliran air hujan, menjadikannya cocok untuk iklim tropis. Karakter asimetrisnya menciptakan kesan dinamis sekaligus elegan.
BACA JUGA:Ramadan 2026: Ini Daftar 10 Negara dengan Durasi Puasa Paling Singkat
BACA JUGA:6 Ide Desain Rumah Dekat Pantai yang Bikin Betah di Rumah
Bagi yang menginginkan hunian berarsitektur modern dan tidak pasaran, atap skillion dapat menjadi opsi menarik, terutama jika dipadukan dengan material seperti beton ekspos atau rangka baja.