BACA JUGA:Xiaomi Pamer Teaser Global Xiaomi 17 Ultra, Siap Debut 28 Februari
Pemasangan lebih cepat
Baja ringan tersedia dalam ukuran standar dan siap dipasang, sehingga proses konstruksi lebih singkat—sekitar 1–2 minggu untuk rumah tipe 36, lebih cepat dibanding rangka kayu yang bisa memakan waktu 3–4 minggu.
Sistem sambungan dengan baut dan sekrup membuat pemasangan lebih presisi.
Kekurangan Baja Ringan
Tidak ideal sebagai struktur utama
Menurut Widyarko, Dosen Teknologi Bangunan UI, baja ringan berupa lembaran tipis berlapis zinc–aluminium, sehingga kekuatannya masih lebih rendah dibanding kayu berkualitas untuk struktur utama.
Penggunaan yang tepat adalah untuk rangka atap, partisi, atau plafon, bukan untuk lantai dua atau bentang panjang.
BACA JUGA:Tanpa Modal Ribet! Aplikasi Ini Klaim Bisa Beri Saldo DANA Gratis
BACA JUGA:Samsung Galaxy S26 Series Kantongi Label Energi Uni Eropa, Ini Detail Kapasitas Baterainya
Kurang cocok untuk bentang lebar
Baja ringan berisiko melengkung jika digunakan untuk bentang lebih dari 6 meter tanpa penopang tambahan.
Untuk rumah besar atau gedung komersial, kayu balok atau baja konvensional lebih disarankan.
Hantaran panas tinggi
Baja ringan cepat menghantarkan panas, membuat ruangan lebih hangat di siang hari.
Solusinya adalah menambahkan insulasi, misalnya aluminium foil, dengan biaya sekitar Rp 50.000 per meter persegi.