Pada kesempatan itu, Arlan juga mengungkapkan rasa syukur karena sejak awal tahun para petani di Prabumulih telah dua kali melakukan penjualan jagung ke Bulog dengan total mencapai enam ton.
“Alhamdulillah, pada kuartal pertama tahun 2026 ini kita sudah dua kali melakukan penjualan jagung ke Bulog Cabang Lahat dengan total enam ton. Ini menunjukkan bahwa produktivitas petani kita terus meningkat dan mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan,” ungkapnya.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para petani untuk terus meningkatkan produksi jagung di masa mendatang. Dengan produksi yang stabil serta pasar yang jelas, sektor pertanian diyakini mampu menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat.
Arlan juga optimistis bahwa Kota Prabumulih dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap produksi jagung, baik di tingkat Provinsi Sumatera Selatan maupun secara nasional.
“Harapan kita, program ini tidak hanya meningkatkan hasil produksi jagung, tetapi juga menambah semangat para petani untuk terus mengembangkan komoditas tersebut. Jika produksi meningkat, tentu pendapatan petani juga akan bertambah dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” tutupnya.
Melalui langkah konkret seperti distribusi hasil panen ke Bulog, diharapkan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dapat terus berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi para petani dan masyarakat luas.