Kasus Campak di Prabumulih Meningkat, 17 Anak Positif Terinfeksi

Rabu 11-03-2026,07:50 WIB
Reporter : Erna Nur
Editor : Ros Diana

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Kenaikan Kasus Campak di Kota Prabumulih Berpotensi Menjadi KLB

Kasus penyakit campak di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dan berisiko berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Hingga saat ini, sebanyak 17 anak telah dikonfirmasi positif campak melalui pemeriksaan laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Djoko Listyano, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirim 56 sampel untuk diuji, dan 17 di antaranya terbukti positif campak.

“Wabah campak memang sedang meningkat di Sumatera Selatan dan menjadi perhatian serius bagi kami di Prabumulih. Dari 56 sampel yang diperiksa, 17 sudah dinyatakan positif,” ungkap Djoko saat ditemui di Kantor Pemerintah Kota Prabumulih, Selasa (10/3/2026).

BACA JUGA:Tol Palembang–Betung Dibuka Gratis Saat Mudik Lebaran 2026, Arus Banyuasin–Muba Diprediksi Lancar

BACA JUGA:Jelang Lebaran, Polres Prabumulih Ingatkan Warga Waspada Copet dan Curanmor

Ia menambahkan bahwa sebagian sampel lain masih menunggu hasil laboratorium, dan pihaknya berharap tidak ada yang positif.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Prabumulih berencana melaksanakan vaksinasi massal sesuai arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Program ini menyasar anak-anak usia 9 bulan hingga 59 bulan (sekitar lima tahun), tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

“Vaksinasi akan diberikan kepada seluruh anak dalam rentang usia tersebut, baik yang sudah maupun belum mendapatkan imunisasi campak sebelumnya, untuk meningkatkan kekebalan terhadap penyakit ini,” jelasnya.

Kegiatan imunisasi massal ini direncanakan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan di berbagai wilayah Kota Prabumulih. Pemerintah telah menyiapkan stok vaksin dan logistik pendukung agar program berjalan lancar.

BACA JUGA:Jelang Lebaran, Polres Prabumulih Ingatkan Warga Waspada Copet dan Curanmor

BACA JUGA:Main Game Dapat Uang? Ini 9 Aplikasi Terbukti Membayar ke DANA

Selain vaksinasi, Dinas Kesehatan juga menurunkan petugas dari sejumlah puskesmas untuk melakukan investigasi epidemiologi serta pemantauan langsung di lapangan. Petugas akan mendatangi rumah warga guna memberikan edukasi terkait penanganan campak dan pentingnya perawatan anak yang terinfeksi.

“Tim dari puskesmas melakukan kunjungan lapangan dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar anak-anak yang terinfeksi mendapatkan perawatan optimal,” tambah Djoko.

Djoko menekankan bahwa campak adalah penyakit menular yang mudah tersebar, terutama melalui udara, percikan batuk, atau bersin dari penderita. Satu anak yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada 16–18 orang lainnya jika tidak ditangani dengan baik.

Kategori :