PRABUMULIHPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Sumedang menghadirkan inovasi baru dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pemanfaatan teknologi digital dan command center terintegrasi.
Melalui sistem tersebut, masyarakat khususnya orang tua siswa kini dapat memantau secara langsung menu makanan yang dikonsumsi anak mereka setiap hari, lengkap dengan informasi kandungan gizinya.
Bupati Dony Ahmad Munir menjelaskan bahwa sistem digital ini dirancang untuk meningkatkan transparansi sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program MBG.
“Orang tua sekarang bisa melihat setiap hari anaknya makan apa, seperti apa menunya, hingga informasi gizinya,” ujar Dony saat menerima Dahlan Iskan di Command Center Pemkab Sumedang.
BACA JUGA:Dirut BPJS Kesehatan Ikut Senam Dahlan Iskan, Ungkap Manfaat Besar bagi Jantung
BACA JUGA:Dahlan Iskan: Kepemimpinan Tegas Kunci Hadapi Krisis Perusahaan
Dalam pelaksanaannya, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama pihak sekolah diwajibkan mengunggah foto menu makanan yang dibagikan kepada siswa setiap hari.
Data tersebut kemudian ditampilkan melalui Dashboard Command Center yang dapat diakses masyarakat lewat layanan chatbot WhatsApp. Dengan sistem ini, pengawasan dilakukan secara terbuka dan melibatkan banyak pihak.
Menurut Dony, transparansi menjadi faktor penting agar orang tua merasa tenang, sementara penerima manfaat juga merasa puas terhadap kualitas makanan yang diberikan.
Ia menambahkan, sistem digital tersebut juga memicu persaingan positif antar-SPPG untuk menyajikan menu terbaik bagi siswa.
BACA JUGA:Dahlan Iskan Menang Gugatan, Saham Radar Bogor Kembali ke Tangan Pemilik Sah
BACA JUGA:Dirut BPJS Kesehatan Ikut Senam Dahlan Iskan, Ungkap Manfaat Besar bagi Jantung
Selain membantu masyarakat, dashboard digital ini juga memudahkan pemerintah daerah dalam memantau realisasi program MBG, jumlah siswa penerima manfaat, hingga capaian pelaksanaan secara keseluruhan.
Saat ini, tingkat realisasi penerima manfaat program MBG di Sumedang disebut telah mencapai 86,62 persen.
Dony menilai penggunaan teknologi dalam program ini membuktikan bahwa digitalisasi mampu menjadi solusi efektif dalam menciptakan pengawasan yang transparan dan akuntabel.