Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi aktif guna menyamakan persepsi dan pemahaman agar proses pendataan nantinya berjalan lebih efektif dan efisien.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan berbagai sesi diskusi konstruktif antara instruktur dan peserta. Para calon petugas diberikan kesempatan untuk menyampaikan kendala maupun simulasi kasus yang kemungkinan ditemui saat melakukan pendataan di lapangan.
Jupni Amnus berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius sehingga mampu menjadi petugas sensus yang profesional, teliti, dan bertanggung jawab.
BACA JUGA:BPS dan Diskominfo Bersinergi Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026 di Prabumulih
BACA JUGA:BPS Prabumulih Perkuat Kapasitas Desa Lewat Program Desa Cinta Statistik
“Kami ingin seluruh petugas memiliki semangat yang sama dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Pendataan yang baik akan melahirkan data yang berkualitas, dan data berkualitas akan menjadi dasar pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kota Prabumulih untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar dan akurat kepada petugas nantinya.
“Mari bersama-sama sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan pendataan ini. Dengan data yang akurat, pembangunan akan semakin tepat arah dan manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sendiri menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi usaha dan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Hasil sensus nantinya diharapkan mampu menjadi pijakan dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional di tengah tantangan perkembangan ekonomi global yang terus berubah.(*)