Puncak Kemarau September, Prabumulih Diminta Bersiap Hadapi Kekeringan

Minggu 20-09-2026,06:30 WIB
Reporter : Erna Nur
Editor : Rosdiana

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO  — Ancaman kekeringan meteorologis masih menjadi perhatian di sejumlah daerah di Sumatera Selatan.

Kota Prabumulih termasuk wilayah yang diminta meningkatkan kesiapsiagaan karena berada dalam kategori siaga pada puncak musim kemarau September 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan mencatat kondisi kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih lama dari periode normal.

Situasi tersebut juga diikuti dengan prakiraan curah hujan yang berada di bawah kondisi normal.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sumsel, Nandang Pangaribowo, mengatakan masyarakat masih harus mewaspadai kondisi cuaca kering yang terjadi sepanjang September.

BACA JUGA:Spesifikasi Xiaomi 17 Ultra: RAM 16 GB, Kamera 200 MP, Baterai 6.600 mAh

BACA JUGA:Spesifikasi Xiaomi 17 Ultra: RAM 16 GB, Kamera 200 MP, Baterai 6.600 mAh

“Saat ini masih puncak musim kemarau September 2026,” ujar Nandang.

Ia menjelaskan, karakteristik musim kemarau tahun ini berbeda dari kondisi normal. Selain diperkirakan berlangsung lebih panjang, intensitas hujan yang turun selama periode kemarau juga cenderung lebih rendah.

“Musim kemarau diprediksi lebih panjang dari biasanya dan sifat hujan pada musim kemarau tahun 2026 ini diprediksi bawah normal,” jelasnya.

Dalam pemetaan tingkat kewaspadaan kekeringan di Sumsel, posisi Prabumulih berada satu tingkat di bawah kategori awas.

Tujuh wilayah yang masuk status awas yakni PALI, Musi Banyuasin, OKU Timur, Banyuasin, Ogan Ilir, OKI, dan Muara Enim.

Selain Prabumulih, Kota Palembang juga berada dalam kategori siaga. Sementara Musi Rawas, Empat Lawang, Lahat, dan Lubuklinggau tercatat dalam status waspada.

BACA JUGA:Redmi 17C 5G Meluncur Global, Andalkan Layar 120Hz dan Baterai Jumbo 6.000 mAh

BACA JUGA:Oppo K14 Lite Andalkan Baterai 7.000 mAh dan Layar 120Hz, Cocok untuk Aktivitas Seharian

Kategori :