Panel Surya dan Budidaya Nila Jadi Terobosan Pertamina Drilling di Kampung Posa

Minggu 04-10-2026,12:00 WIB
Reporter : Erna Nur
Editor : Rosdiana

“Pertamina Drilling sebagai bagian dari Pertamina memiliki kegiatan operasi di berbagai wilayah Indonesia, dari Sumatera hingga Papua. Karena itu, di mana pun kami berada, kami ingin turut memberikan kontribusi dan manfaat kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Avep di Sorong.

Dari sisi kebutuhan dasar, program tersebut telah memberikan akses air bersih kepada masyarakat Kampung Posa.

Sebanyak 10 kepala keluarga menjadi penerima manfaat jaringan pipa utama yang dibangun melalui program tersebut.

Selain jaringan untuk rumah tangga, masyarakat lainnya juga dapat memanfaatkan fasilitas bersama yang tersedia. Ratusan warga Kampung Posa dapat memperoleh air melalui keran umum dan tempat penampungan yang berasal dari air hasil proses filtrasi.

BACA JUGA:Pertamina Drilling dan Halliburton Perkuat Kerja Sama, Bidik Proyek Energi Global

BACA JUGA:Pertamina Drilling Raih 5 Penghargaan Bergengsi di Best Human Capital Awards 2026

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membantu warga memenuhi kebutuhan air untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Penggunaan teknologi dalam program ini juga memberikan nilai tambah. Air yang bersumber dari Sungai Klasafet tidak langsung digunakan, melainkan melewati sistem penyaringan terlebih dahulu.

Di sisi energi, panel surya dimanfaatkan sebagai sumber tenaga untuk menjalankan pompa air berkapasitas besar dan sistem filtrasi.

Pemanfaatan energi matahari tersebut sekaligus memperkenalkan penggunaan sumber energi terbarukan untuk mendukung fasilitas kebutuhan dasar masyarakat.

Dengan mengandalkan tenaga surya, kebutuhan listrik untuk menjalankan sistem pompa dan filtrasi dapat diminimalkan. Model tersebut juga diharapkan dapat membantu menjaga efisiensi biaya operasional fasilitas dalam jangka panjang.

Namun, program TJSL Pertamina Drilling di Kampung Posa tidak berhenti pada penyediaan air bersih.

Masyarakat juga diarahkan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi melalui budidaya ikan nila dengan sistem bioflok.

Budidaya ikan dipilih karena dinilai dapat menjadi salah satu kegiatan produktif yang bisa dikembangkan masyarakat sekaligus memiliki potensi ekonomi.

Melalui sistem bioflok, warga mendapatkan kesempatan untuk belajar mengelola budidaya ikan dengan pengaturan kualitas air yang lebih terukur.

Fasilitas yang diberikan menjadi modal awal, sedangkan keberlanjutan usaha sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam melakukan pemeliharaan dan pengembangan budidaya tersebut.

Kategori :