Konflik Iran–Amerika Serikat Memanas, 13 PMI Asal Prabumulih Dipantau Ketat

Konflik Iran–Amerika Serikat Memanas, 13 PMI Asal Prabumulih Dipantau Ketat

Konflik Iran–Amerika Serikat Memanas, 13 PMI Asal Prabumulih Dipantau Ketat--Foto: Prabupos

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang terus berlangsung memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya yang berada di kawasan Timur Tengah.

Sebagai langkah antisipatif, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Prabumulih melakukan pendataan sekaligus pemantauan terhadap PMI asal daerah tersebut yang bekerja di luar negeri.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi dan keamanan para pekerja tetap terpantau di tengah situasi geopolitik yang dinamis.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 13 warga Prabumulih yang saat ini masih aktif bekerja di sejumlah negara Timur Tengah. Kepala Disnaker Kota Prabumulih, H. Sanjay Yunus, menyampaikan bahwa para PMI tersebut berangkat secara bertahap sejak 2023 hingga 2025 dan hingga kini masih berada di negara penempatan.

Ia menjelaskan, pada 2025 terdapat empat PMI laki-laki yang bekerja di Arab Saudi. Sementara itu, pada 2024 tercatat tiga PMI—dua laki-laki dan satu perempuan—yang ditempatkan di Arab Saudi dan Turki. Adapun pada 2023, sebanyak enam PMI (tiga laki-laki dan tiga perempuan) juga bekerja di Arab Saudi.

BACA JUGA:Tukang Bangunan di Sinar Rambang Kini Terlindungi BPJS, Semua Biaya Pengobatan Ditanggung

BACA JUGA:9 Jemaah Umrah Asal Prabumulih Dipastikan Aman di Madinah, Pulang 6 Maret 2026

Secara keseluruhan, sejak 2023 hingga 2025 terdapat 13 PMI asal Prabumulih yang bekerja di kawasan tersebut dan seluruhnya masih aktif hingga sekarang.

Menanggapi perkembangan situasi di Timur Tengah, Disnaker Prabumulih menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan menjalin koordinasi dengan berbagai pihak.

Pemerintah daerah berperan sebagai koordinator wilayah dalam hal pendataan, pemantauan keamanan, serta menjaga komunikasi dengan pemerintah pusat.

Selain itu, Disnaker juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, serta perwakilan diplomatik RI seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di negara-negara terkait.

BACA JUGA:Pastikan Layanan Optimal, Relawan SPPG Prabumulih Timur Ikuti Pemeriksaan Kesehatan

BACA JUGA:Cegah Petasan hingga Balap Liar, Polres Prabumulih Perketat Pengamanan Ramadan

Sebagai bentuk tanggung jawab, Disnaker membuka jalur komunikasi bagi keluarga PMI di Prabumulih. Apabila muncul situasi darurat, instansi tersebut siap menjadi penghubung agar informasi dapat segera diteruskan ke pemerintah pusat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: