Utang PD Petro Prabu Tembus Rp125 Miliar, Krisis Makin Mengkhawatirkan
Utang PD Petro Prabu Tembus Rp125 Miliar, Krisis Makin Mengkhawatirkan--Foto: Prabupos
PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Perusahaan Daerah (PD) Petro Prabu yang dulu dikenal sebagai salah satu kebanggaan Kota Prabumulih kini tengah menghadapi tekanan finansial yang cukup berat.
Perusahaan yang bergerak di pengelolaan jaringan gas kota ini tercatat memiliki beban utang yang telah menembus angka Rp125 miliar dan terus mengalami peningkatan setiap bulan.
Direktur PD Petro Prabu, Ir. Heriyanto, menjelaskan bahwa utang perusahaan bertambah secara rutin sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp1,7 miliar per bulan. Kondisi tersebut terjadi akibat tidak seimbangnya antara pemasukan dari pelanggan dengan kewajiban pembayaran kepada pihak pemasok gas.
Ia menegaskan bahwa perusahaan terus mengalami defisit setiap bulan. “Pendapatan yang masuk tidak mampu menutup kewajiban, sehingga utang terus meningkat,” ujarnya.
BACA JUGA:Pelaku Curanmor Mahasiswi di Prabumulih Dibekuk, Motor Sempat Dijual ke PALI
BACA JUGA:Motor Mendadak Terbakar di Pusat Kota Prabumulih, Warga dan Polisi Sigap Padamkan Api
Permasalahan utama yang memicu kondisi ini adalah rendahnya kesadaran pelanggan dalam membayar tagihan gas. Dari total 36.161 pelanggan rumah tangga, hanya sekitar 8.227 pelanggan yang tercatat aktif melakukan pembayaran secara rutin.
Dengan demikian, lebih dari 27 ribu pelanggan diketahui menunggak pembayaran, bahkan sebagian di antaranya disebut belum pernah membayar sejak awal terdaftar sebagai pengguna jaringan gas.
Wilayah Kecamatan Prabumulih Timur menjadi daerah dengan tingkat tunggakan tertinggi dan menjadi perhatian utama dalam rencana penertiban ke depan.
Sementara itu, kewajiban pembayaran PD Petro Prabu kepada pemasok gas, yakni Pertagas, mencapai sekitar Rp2,5 miliar hingga Rp2,8 miliar setiap bulan. Di sisi lain, pendapatan dari pelanggan yang aktif hanya berada di kisaran Rp600 juta hingga Rp700 juta.
BACA JUGA:Pelaku Curanmor Mahasiswi di Prabumulih Dibekuk, Motor Sempat Dijual ke PALI
BACA JUGA:Polres Prabumulih Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi, Modus Bus Tangki Dimodifikasi Terungkap
Ketidakseimbangan tersebut menyebabkan defisit bulanan lebih dari Rp1,7 miliar, yang pada akhirnya terus menambah akumulasi utang perusahaan.
Apabila kondisi ini tidak segera diperbaiki, perusahaan berpotensi menghadapi risiko serius, termasuk gangguan hingga penghentian distribusi gas kepada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
