Bangun Desa Berbasis Data, Prabumulih Luncurkan Program Desa Cantik 2026

Bangun Desa Berbasis Data, Prabumulih Luncurkan Program Desa Cantik 2026

Bangun Desa Berbasis Data, Prabumulih Luncurkan Program Desa Cantik 2026--Foto: Prabupos

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO — Pemerintah Kota Prabumulih semakin memperkuat sistem tata kelola pembangunan yang berbasis data.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Rapat Sosialisasi sekaligus Pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 yang dibuka oleh Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, di Ruang Rapat Lantai 1 Pemkot Prabumulih, Selasa (05/05/2026).

Program Desa Cantik ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan data statistik di tingkat desa.

Tujuannya agar setiap kebijakan pembangunan dapat disusun berdasarkan data yang akurat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA:Wali Kota Prabumulih Tegas, Tegur ASN yang Tak Disiplin Saat Upacara Hardiknas

BACA JUGA:Evi Susanti Menguat Jelang Muscab PPP Prabumulih, Dukungan Kader Kian Solid

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama serta penetapan desa yang menjadi lokus pembinaan, yaitu Desa Jungai, Desa Karya Mulya, dan Desa Sinar Rambang yang berada di Kecamatan RKT, Kota Prabumulih.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Diskominfo, Bappeda, para camat, lurah, kepala desa se-Kota Prabumulih, serta berbagai instansi terkait yang memiliki peran dalam pengelolaan dan penyediaan data pembangunan.

Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, menekankan bahwa data yang berkualitas menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan daerah.

“Data yang benar dan berkualitas tidak hanya berupa angka, tetapi menjadi dasar penting dalam setiap keputusan pembangunan. Desa perlu berperan aktif sebagai penyedia data, bukan sekadar penerima program,” ujarnya.

BACA JUGA:Perkuat Ketahanan Pangan, Prabumulih Distribusikan Benih Padi ke Petani

BACA JUGA:Hilang Kendali, Pickup Hantam Truk di Muara Enim, Dua Orang Terluka

Ia juga menyampaikan harapannya agar melalui Program Desa Cantik, desa-desa dapat berkembang menjadi pusat data yang mandiri, konsisten, dan berkelanjutan.

“Kita ingin ke depan desa tidak hanya menerima program, tetapi juga mampu menghasilkan data yang kuat untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: