disway

Melindungi Diri Saat Berkendara, Langkah Tepat Cegah Jatuh dari Motor

Melindungi Diri Saat Berkendara, Langkah Tepat Cegah Jatuh dari Motor

Melindungi Diri Saat Berkendara, Langkah Tepat Cegah Jatuh dari Motor--Foto: Freepik

PRABUMULIHPOS.DISWAY.ID - Kecelakaan akibat jatuh dari motor adalah masalah serius yang tidak bisa diabaikan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 1,35 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat kecelakaan lalu lintas.

Salah satu penyebab utama kecelakaan ini adalah pengendara sepeda motor, yang berisiko tinggi jatuh dan mengalami cedera fatal dibandingkan dengan pengendara jenis kendaraan lainnya.

Di Indonesia, sepeda motor adalah moda transportasi yang paling umum digunakan, namun juga merupakan kendaraan yang paling sering terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.

Untuk itu, berbagai langkah pencegahan perlu dilakukan untuk mengurangi risiko jatuh dan memastikan keselamatan saat berkendara.

BACA JUGA:Empat Tersangka, Tiga Masih di Bawah Umur, Ditangkap dalam Kasus Narkoba dan TPPO

BACA JUGA:Gas LPG 3 Kg Langka di Prabumulih, Warga Ingin Pemasangan Gas Kota Tanpa Biaya

Risiko yang Timbul Saat Jatuh dari Motor

Sebelum membahas langkah-langkah pencegahan, penting untuk mengetahui berbagai risiko yang dapat terjadi jika seseorang terjatuh dari motor. Berikut adalah beberapa risiko yang mungkin dialami:

1. Perdarahan

Salah satu dampak langsung yang sering terjadi setelah jatuh dari motor adalah perdarahan.

Jika ada perdarahan pada tubuh, segera lakukan pertolongan pertama untuk menghentikan darah yang keluar. Penanganan cepat penting untuk mencegah perdarahan yang lebih parah yang dapat berakibat fatal.

2. Cedera Kepala

Kepala adalah bagian tubuh yang paling rentan terkena dampak saat kecelakaan sepeda motor. Cedera kepala bisa berujung pada kondisi serius bahkan kematian.

Gejala yang umum terjadi adalah pusing, vertigo, telinga berdenging, hingga kehilangan kesadaran. Oleh karena itu, cedera kepala memerlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk menghindari kerusakan otak yang lebih serius.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: