Sepekan Berpulang, Kwarcab Pramuka Kenang Salman Zahir

Sepekan Berpulang, Kwarcab Pramuka Kenang Salman Zahir

Almarhum sebagai Kepala Pusat pendidikan dan latihan di Kwarcab Prabumulih, semasa hidup. Foto: dokumen--

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO.ID - Nama Salman Zahir SH di kwartir cabang Pramuka Kota Prabumulih, merupakan suatu kebanggaan untuk seluruh anggota dan pengurus tanpa terkecuali.
 
Sosoknya yang sederhana, sangat mengayomi semuanya ini membuat semua orang merasa nyaman berada di sampingnya. 
 
Kepergiannya usia 65 ini, bukan hanya duka bagi keluarga, namun juga semua keluarga Kwarcab Pramuka Kota Prabumulih, semuanya terpukul dan meras sangat kehilangan untuk selama-lamanya.
 
Namun karena takdir Allah sudah dijanjikan di lauhil mahfus, maka semuanya secara berangsur mengikhlaskan kepergiannya, kemarin sudah takziah tujuh hari kepergian almarhum. 
 
Saat kepergiannya, jenazah dimakamkan dengan cara Pramuka, sebagai penghormatan terakhir kepada pahlawan di kepramukaan Kota Prabumulih.
 
"Sosok kakak Salman Zahir tidak akan bisa tergantikan, beliau adalah segalanya bagi kami semoga kepergiannya penuh dengan amal ibadah dan amal jariyah, karena pengabdiannya yang tulus di kepramukaan yang rela mengorbankan moril dan materil demi kesuksesan dan berjalannya roda organisasi," ujar Ketua kwarcab Pramuka Kota Prabumulih, Drs H Sobri SH.
 
Sosok almarhum Sarman Zahir, bagi semua anggota Pramuka merupakan pahlawan yang sangat banyak berjasa di Kwarcab. Di Mata para kolega Almarhum Sangat luar biasa, karna sudah aktif sejak tahun 1979. di kepramukaan sudah berkecimpung sejak masa sekolah. Dan mulai membina sejak tahun 79, saat bertugas di Polsek Tanjung Agung sebagai Pembina Saka Bayangkara. 
 
"Saya gabung bersama beliau di Pramuka mulai tahun 1988 lalu, beliau tugas di Polsek Gelumbang, selaku Pembina Saka Bayangkara Gelumbang, sementara saya sebagai Pembina Penggalang. Dan Alhamdulillah dipertemukan kembali di kwarcab Pramuka Prabumulih beberapa tahun terakhir," ujar Sekretaris Kwarcab Pramuka Kota Prabumulih, Taftazani SPd MM.
 
Keduanya menjadi Pengurus Kwartir Ranting di Gelumbang termasuk Syafuan Arasda (alm). Diantara teman pelatih dan andalan yang ada di Kwarcab Prabumulih, Taftazani yang paling dekat dengan almarhum, karna itu prianini termasuk yang shock dan sangat merasakan kehilangan. 
 
Dimata Taftazani, almarhum Sarman adala seseorang yang mengajarkan kedisiplinan yang cukup tinggi, apalagi almarhum memang latar belakang Pendidikan Kepolisian.
 
Tentang ilmu dan organisasi kepramukaan, Taftazani mengaku banyak belajar dari beliau. Beliau mengayomi semua orang mulai dari anggota Dewasa sampai anggota muda (anak-anak). 
 
Beliau juga terkenal sangat bertanggung jawab terhadap tugas yg dibebankan kepadanya, dia kerahkan tenaganya bahkan finansial sekalipun dikorbankan untuk mencapai hasil maksimal dari tugas yang dibebankan padanya, sehingga untuk sukseskan tugasnya terkadang kurang peduli terhadap kesehatan sendiri. 
 
"Beliau sangat tidak setuju bila ada teman yg mengabaikan tanggung jawab yg diemban. Konsep menjalankan roda organisasi di Kwarcab beliau yang merancang, meskipun beliau sosok yang tahu tapi selalu meminta pendapat saya saat ingin memutuskan sesuatu," tuturnya.
 
Menurut putra Almarhum, Alvita Juliantara, Almarhum Sarman Zahir, menghadap sang Khalik untuk selama lamanya, setelah tiga hari pulang dari aktivitasnya mengikuti peringatan hari ulang tahun Pramuka, yang dilaksanakan di Danau Ranau. "Bapak sakit jantung, mohon doanya agar Bapak Husnul khatimah," kata putra Almarhum yang akrab disapa Ulik ini.(*)

 

Sumber: