Xiaomi Klarifikasi Rumor Kolaborasi EV dengan Ford di AS
Xiaomi Klarifikasi Rumor Kolaborasi EV dengan Ford di AS--
PRABUMULIHPOS.CO - Xiaomi secara resmi membantah rumor yang menyebut adanya rencana kerja sama kendaraan listrik (EV) dengan Ford.
Klarifikasi ini muncul setelah laporan dari Financial Times yang terbit akhir pekan lalu mengklaim bahwa kedua perusahaan sempat melakukan pembicaraan terkait joint venture produksi mobil di Amerika Serikat sekaligus upaya masuk ke pasar AS.
Menanggapi laporan tersebut, Xiaomi dan Ford kompak menyatakan bahwa informasi itu sepenuhnya tidak benar. Xiaomi bahkan menegaskan bahwa perusahaan tidak menjual produk maupun layanannya di Amerika Serikat, serta tidak memiliki rencana untuk memasuki pasar AS, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan perusahaan lain.
Xiaomi Tegaskan Tak Ada Rencana Masuk Pasar AS
Dalam pernyataannya, Xiaomi menyebut rumor tersebut sebagai “sepenuhnya salah”. Perusahaan asal Tiongkok itu menekankan bahwa strategi globalnya saat ini tidak mencakup penjualan produk di Amerika Serikat, termasuk untuk lini kendaraan listrik yang tengah berkembang pesat.
BACA JUGA:Apple Disebut Tengah Mengembangkan iPhone Lipat Model Flip
BACA JUGA:Lebih Fresh! Google Pixel Buds 2a Bakal Tersedia dalam Warna Baru
Dengan demikian, spekulasi mengenai kolaborasi dengan Ford untuk memproduksi mobil listrik di AS dipastikan tidak memiliki dasar resmi.
Kesuksesan EV Xiaomi Picu Spekulasi
Meski dibantah, rumor tersebut dinilai muncul bukan tanpa alasan. Kesuksesan Xiaomi di industri kendaraan listrik cukup mencuri perhatian global. Sedan listrik Xiaomi SU7 dilaporkan berhasil mengungguli penjualan Tesla Model 3 sepanjang 2025 hingga sekitar 30%, sementara SUV Xiaomi YU7 juga mendapat sambutan positif dari jurnalis dan pengamat otomotif.
Capaian tersebut membuat banyak pihak berspekulasi bahwa Xiaomi tengah bersiap melakukan ekspansi besar, termasuk ke pasar Amerika Serikat.
Tantangan Politik dan Regulasi di AS
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat diketahui cukup berhati-hati terhadap masuknya produsen otomotif asal Tiongkok, terutama yang juga memproduksi baterai. Industri otomotif dianggap sebagai sektor strategis, sehingga pemerintah AS cenderung melindungi produsen domestik dari persaingan asing.
BACA JUGA:Tablet Flagship Xiaomi Pad 8 Pro Bersiap Go Global, Skor Geekbench Bocor
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


