Tips Sahur dan Berbuka yang Tepat agar Puasa Tetap Sehat dan Bertenaga

Senin 16-02-2026,07:40 WIB
Reporter : Ros Diana
Editor : Ros Diana

PRABUMULIHPOS.CO - Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan menuntut perubahan pola makan yang signifikan. Dari yang biasanya tiga kali sehari, kini waktu makan terbatas hanya saat sahur dan berbuka. Karena itu, pengaturan menu dan pola konsumsi menjadi kunci agar tubuh tetap sehat dan bertenaga sepanjang hari.

Ahli gizi menyarankan agar masyarakat tidak hanya fokus pada rasa kenyang saat berbuka, tetapi juga memperhatikan komposisi nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Pola makan yang seimbang membantu menjaga kadar gula darah stabil, mencegah dehidrasi, serta mempertahankan daya tahan tubuh selama berpuasa.

Sahur Jadi Sumber Energi Utama

Sahur berperan penting sebagai “bahan bakar” tubuh selama lebih dari 12 jam. Menu sahur idealnya mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal yang dicerna lebih lambat sehingga memberikan energi bertahan lama.

Selain itu, asupan protein dari telur, ikan, ayam tanpa lemak, tempe, atau tahu diperlukan untuk membantu menjaga massa otot dan membuat rasa kenyang lebih tahan lama. Sayur dan buah juga penting untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, serta mineral.

Berbuka Perlu Dilakukan Bertahap

Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh memerlukan adaptasi saat menerima asupan makanan kembali. Berbuka dianjurkan dimulai dengan air putih dan makanan manis alami seperti kurma atau buah segar dalam jumlah wajar.

Setelah itu, beri jeda sebelum mengonsumsi makanan utama. Cara ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dan menghindari rasa kembung akibat makan berlebihan.

Perhatikan Asupan Cairan

Kekurangan cairan menjadi salah satu tantangan utama saat berpuasa. Untuk mencegah dehidrasi, pola minum dapat dibagi antara waktu berbuka hingga sahur. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik dibandingkan minuman manis atau berkafein yang justru dapat memicu rasa haus.

Hindari Makan Berlebihan dan Gorengan

Kebiasaan “balas dendam” saat berbuka justru berisiko menimbulkan gangguan pencernaan dan lonjakan gula darah. Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak secara berlebihan juga dapat menyebabkan tubuh cepat lelah dan mengantuk.

Porsi makan yang wajar dengan komposisi karbohidrat, protein, lemak sehat, serta sayur menjadi pilihan yang lebih dianjurkan untuk menjaga kebugaran.

Tetap Aktif Meski Berpuasa

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai atau peregangan setelah berbuka dapat membantu menjaga metabolisme tetap stabil. Ramadan seharusnya menjadi momentum memperbaiki gaya hidup, termasuk dalam hal pola makan dan kebiasaan sehari-hari.

Kategori :