Atap Pelana vs Atap Perisai: Mana yang Paling Cocok untuk Rumah Tropis?

Rabu 25-02-2026,14:20 WIB
Reporter : Erna
Editor : Ros Diana

Material yang kerap dipakai antara lain genteng tanah liat dan genteng beton, dengan struktur penopang berupa rangka kuda-kuda yang relatif sederhana.

Pengertian Atap Perisai

Atap perisai adalah pengembangan dari model pelana. Bentuknya terdiri dari empat sisi miring, yakni dua bidang berbentuk trapesium dan dua bidang berbentuk segitiga.

Atap ini dilengkapi dengan sistem jurai luar dan jurai dalam sebagai pertemuan antarbidang atap.

Karena memiliki lebih banyak sambungan, pemasangannya memerlukan ketelitian ekstra, terutama pada bagian genteng dan talang air.

Kemiringan yang dianjurkan pun umumnya berada pada kisaran 30–40 derajat.

BACA JUGA:Rekomendasi HP 3 Jutaan Terbaru Februari 2026, Kamera AI dan Layar AMOLED Jadi Andalan

BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026: Ini Jadwal Pemesanan Tiket Kereta dan Tips Anti Gagal

Perbedaan Atap Pelana dan Atap Perisai

1. Bentuk dan Sistem Struktur

Atap pelana hanya memiliki dua bidang miring yang bertemu pada satu bubungan.

Sebaliknya, atap perisai terdiri dari empat bidang yang saling terhubung, sehingga seluruh sisi bangunan tertutup oleh atap.

2. Tingkat Kerumitan Konstruksi

Dari segi pengerjaan, atap pelana lebih sederhana karena jumlah bidang dan sambungannya lebih sedikit.

Atap perisai membutuhkan perencanaan lebih detail akibat adanya jurai luar dan jurai dalam yang harus dipasang dengan presisi.

BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026: Ini Jadwal Pemesanan Tiket Kereta dan Tips Anti Gagal

Kategori :