Material yang kerap dipakai antara lain genteng tanah liat dan genteng beton, dengan struktur penopang berupa rangka kuda-kuda yang relatif sederhana.
Pengertian Atap Perisai
Atap perisai adalah pengembangan dari model pelana. Bentuknya terdiri dari empat sisi miring, yakni dua bidang berbentuk trapesium dan dua bidang berbentuk segitiga.
Atap ini dilengkapi dengan sistem jurai luar dan jurai dalam sebagai pertemuan antarbidang atap.
Karena memiliki lebih banyak sambungan, pemasangannya memerlukan ketelitian ekstra, terutama pada bagian genteng dan talang air.
Kemiringan yang dianjurkan pun umumnya berada pada kisaran 30–40 derajat.
BACA JUGA:Rekomendasi HP 3 Jutaan Terbaru Februari 2026, Kamera AI dan Layar AMOLED Jadi Andalan
BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026: Ini Jadwal Pemesanan Tiket Kereta dan Tips Anti Gagal
Perbedaan Atap Pelana dan Atap Perisai
1. Bentuk dan Sistem Struktur
Atap pelana hanya memiliki dua bidang miring yang bertemu pada satu bubungan.
Sebaliknya, atap perisai terdiri dari empat bidang yang saling terhubung, sehingga seluruh sisi bangunan tertutup oleh atap.
2. Tingkat Kerumitan Konstruksi
Dari segi pengerjaan, atap pelana lebih sederhana karena jumlah bidang dan sambungannya lebih sedikit.
Atap perisai membutuhkan perencanaan lebih detail akibat adanya jurai luar dan jurai dalam yang harus dipasang dengan presisi.
BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026: Ini Jadwal Pemesanan Tiket Kereta dan Tips Anti Gagal