Atap Pelana vs Atap Perisai: Mana yang Paling Cocok untuk Rumah Tropis?

Rabu 25-02-2026,14:20 WIB
Reporter : Erna
Editor : Ros Diana

PRABUMULIHPOS.CO - Atap merupakan salah satu komponen utama pada rumah tinggal yang berperan sebagai pelindung dari terik matahari, curah hujan, serta terpaan angin.

Penggunaan atap berbahan genteng masih menjadi pilihan favorit karena dikenal kokoh, awet, dan sesuai dengan karakter iklim tropis.

Di Indonesia, dua model atap genteng yang paling banyak diterapkan adalah atap pelana dan atap perisai.

Keduanya populer karena memiliki fungsi yang efektif dalam mengalirkan air hujan sekaligus membantu meredam panas yang masuk ke dalam bangunan.

BACA JUGA:Puasa Lebih dari 14 Jam? Ini 10 Negara dengan Waktu Puasa Terlama di Dunia

BACA JUGA:Honor Magic V6 Hadir dengan Dua Kapasitas Baterai, Varian Satelit Tembus 7.150mAh

Menentukan bentuk atap tidak hanya berkaitan dengan aspek estetika, tetapi juga berdampak pada kenyamanan penghuni, daya tahan terhadap cuaca, hingga kemudahan perawatan.

Oleh sebab itu, memahami karakteristik, keunggulan, serta kekurangan masing-masing jenis atap menjadi langkah penting sebelum memilih desain yang tepat.

Pengertian Atap Pelana

Atap pelana merupakan model atap yang tersusun dari dua bidang miring yang bertemu pada satu garis puncak (bubungan).

Secara tampilan, bentuknya menyerupai huruf V terbalik.

Model ini umum digunakan pada hunian sederhana dengan kemiringan genteng ideal sekitar 30–40 derajat.

BACA JUGA:iPhone 18 Pro Dirumorkan Usung Kamera Selfie 24MP, Dynamic Island Makin Kecil

BACA JUGA:iPhone 18 Pro Dirumorkan Usung Kamera Selfie 24MP, Dynamic Island Makin Kecil

Sudut tersebut memungkinkan air hujan mengalir dengan lancar sehingga meminimalkan genangan.

Kategori :