Hollow biasanya dimanfaatkan untuk rangka plafon, pagar, kanopi, teralis, hingga rangka pintu dan jendela.
Ada beberapa jenis hollow, seperti hollow galvanis, stainless, dan hollow hitam, masing-masing memiliki ketahanan dan karakteristik berbeda sesuai kebutuhan.
Perbedaan Baja Ringan dan Hollow
Kekuatan Material
Baja ringan memiliki struktur dengan kekuatan tarik tinggi, memungkinkan menahan beban berat meskipun bobotnya ringan.
Sementara hollow memiliki dinding lebih tebal, unggul dalam menahan tekanan atau benturan dari samping.
Namun, hollow yang tidak dilapisi anti karat lebih rentan korosi, terutama di area lembap atau terbuka.
BACA JUGA:Xiaomi Rilis Power Bank Magnetik Qi2 5.000mAh, Super Tipis 6mm dan Ringan 98 Gram
BACA JUGA:Xiaomi Pamer Teaser Global Xiaomi 17 Ultra, Siap Debut 28 Februari
Struktur
Baja ringan umumnya berbentuk profil C atau Z dengan lekukan khusus untuk menambah stabilitas, cocok untuk rangka atap atau dinding partisi.
Sedangkan hollow berbentuk pipa kotak atau persegi panjang dengan permukaan rata; kekuatan hollow lebih bergantung pada ketebalan materialnya.
Hollow lebih tepat untuk elemen struktural ringan atau dekoratif seperti pagar dan kanopi.
Fleksibilitas
Baja ringan lebih fleksibel digunakan pada struktur utama bangunan karena ringan namun kuat, memudahkan pemasangan dan mempercepat proses konstruksi.
Hollow, meski lebih kaku dan membutuhkan pengelasan untuk sambungan, unggul dalam industri furniture atau elemen dekoratif karena bentuknya estetis dan mudah dibentuk.