BACA JUGA:Samsung Galaxy S26 Series Kantongi Label Energi Uni Eropa, Ini Detail Kapasitas Baterainya
BACA JUGA:Ide Rumah Minimalis 2026: Model 1 dan 2 Lantai yang Simpel tapi Elegan
Penggunaan
Secara umum, baja ringan digunakan untuk struktur utama seperti rangka atap, plafon, dan dinding partisi karena ketahanan dan bobotnya yang ringan.
Hollow lebih sering dipakai untuk elemen tambahan atau dekoratif seperti pagar, kanopi, teralis, serta rangka pintu dan jendela.
Bobot
Baja ringan memiliki massa jenis rendah sehingga lebih ringan, mudah diangkut, dan mengurangi beban struktur bangunan. Hollow relatif lebih berat, terutama yang terbuat dari besi hitam atau galvanis tebal.
Harga
Baja ringan cenderung lebih mahal karena proses produksi dan perlakuan khusus anti karat.
Hollow memiliki harga lebih variatif tergantung jenis dan ketebalan, menjadikannya pilihan lebih ekonomis untuk struktur non-utama atau dekoratif.
BACA JUGA:ASUS ExpertBook P5 (P5405), Laptop Bisnis Berbasis AI untuk Profesional Modern
BACA JUGA:Oppo Rilis Oppo Enco Air5 Pro, ANC 55dB dan Baterai Tahan 54 Jam
Ukuran
Baja ringan diproduksi dalam profil standar C dan Z, dengan lebar sayap 35–55 mm dan tinggi 70–100 mm.
Hollow tersedia dalam berbagai ukuran kotak atau persegi panjang, mulai 20×20 mm hingga 100×100 mm, dengan ketebalan yang beragam.
Mana yang Lebih Tepat?