Dengan rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di level 2,05% serta likuiditas dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang baik, sektor perbankan dinilai memiliki ruang untuk tumbuh lebih lanjut.
Komitmen pada Pembiayaan Produktif
Sebagai bank yang berfokus pada segmen UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI terus memperkuat kontribusinya melalui berbagai program pemerintah.
Sepanjang Januari–Desember 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur. Sektor pertanian menjadi penyerap terbesar dengan nilai Rp80,09 triliun atau hampir 45% dari total KUR yang disalurkan.
Selain itu, BRI berpartisipasi dalam Program 3 Juta Rumah dengan menyalurkan KPR subsidi senilai Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur hingga akhir 2025. Untuk tahun 2026, perseroan menargetkan pembiayaan FLPP bagi 60 ribu unit rumah subsidi.
BACA JUGA:BRI Perkuat UMKM Nasional melalui Platform Digital LinkUMKM
BACA JUGA:Lebih dari Satu Dekade Mengabdi, BRILink Agen Ohim Jadi Motor Penggerak Usaha Mikro Perkotaan
BRI juga terlibat dalam berbagai inisiatif pemerintah lainnya seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga penyaluran bantuan sosial non-tunai seperti PKH dan program sembako.
Hal ini menegaskan peran BRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses keuangan sekaligus memperkuat perlindungan sosial.
Transformasi BRIVolution Reignite
Di tengah kompetisi industri yang semakin ketat, BRI menjalankan transformasi terintegrasi bertajuk BRIVolution Reignite sejak April 2025. Transformasi ini bertumpu pada dua fokus utama: memperkuat basis pendanaan (Transform the Funding Franchise) dan mengembangkan bisnis inti sekaligus sumber pertumbuhan baru (Revamp Existing Core and Build New Core).
Pada sisi pendanaan, BRI memperbesar porsi dana murah (CASA) melalui optimalisasi kanal digital seperti BRImo, BRILink, dan QRIS, serta peningkatan layanan transaction banking.
Strategi ini bertujuan menekan biaya dana (cost of fund) sekaligus menjaga stabilitas likuiditas jangka panjang.
BACA JUGA:BRI Perkuat Sinergi dengan BP Batam dan Kementerian untuk Dorong Investasi dan UMKM
BACA JUGA:BRI Perkuat UMKM Nasional melalui Platform Digital LinkUMKM
Di segmen ritel, pengembangan SuperApp BRImo dan ekosistem pembayaran terus diperluas. Sementara pada segmen SME dan wholesale, platform QLola dikembangkan sebagai layanan terintegrasi untuk cash management, trade finance, dan forex.